SUBULUSSALAM – Sekda Kota Subulussalam, Damhuri, mengajak masyarakat mewujudkan politik adem (dingin, sejuk, dan tentram) pada pilkada Subulussalam 2018 dan Pileg 2019 mendatang. Hal itu disampaikan Sekda Damhuri di sela-sela menyampaikan kata sambutan pada kegiatan Pendidikan dan Peningkatan Pemahaman Etika dan Budaya Berpolitik berlangsung di Hotel Hermes One, Kamis, 12 Oktober 2017.
Kegiatan ini dilaksanakan Kesbangpol Provinsi Aceh dengan menghadirkan narasumber, seperti Nasir Salba dari unsur birokrat, Dr. Mahdi Syahbandi, S.H., M.H. selaku Dosen Fakultas Hukum Unsyiah, dan Dr. M. Jafar, S.H., M.Hum. yang juga Dosen Fakultas Hukum Unsyiah.
Sekda Damhuri mengatakan, pendidikan etika dan budaya politik ini sangat penting sebab Kota Subulussalam akan menggelar pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam periode 2019-2024.
Sekda mempersilakan rakyat berbeda pilihan. Namun, dia mengingatkan agar warga tidak menebar kebencian dan tidak memfitnah. Damhuri juga mengajak masyarakat untuk menanamkan politik santun, beretika, dan beradab.
“Kalau aspek budaya dan adab kita tinggalkan, bisa merusak hubungan hanya karena beda pilihan,” katanya.
Sekda berharap para ketua parpol turut memberikan pendidikan etika dan budaya berpolitik kepada seluruh kader. Hal ini sangat penting sehingga pilkada Subulussalam ke depan terlaksana dengan aman, damai, dan tentram.
“Karena ada pengalaman, di kelas elite partai sudah aman-aman saja. Namun, di lapangan anak buah berhantam. Maka, perlu elite partai memberi pemahaman kepada kadernya masing-masing,” katanya.[] (*sar)



