BIREUEN – Pemadaman listrik yang sering terjadi belakangan ini di Aceh memicu kekhawatiran masyarakat. Sekira 7 hari lagi, umat muslim akan memasuki bulan suci Ramadan dan banyak aktivitas dilakukan di malam hari.
Warga berharap persoalan mendasar tersebut dapat diantisipasi sehingga selama bulan Ramadan benar-benar tidak terjadi pemadaman seperti sebelumnya.
Mirza Putra, SKM (30), tokoh muda Samalanga, Bireuen, mengaku sangat mengkhawatirkan pelayanan PLN, karena pemadaman akhir-akhir ini semakin sering.
“Padamnya listrik setiap Ramadhan sudah menjadi tradisi, alasannya pastinya selalu defisit. Kita mempertanyakan kebiasaan mati listrik yang seolah menjadi rutinitas tiap Ramadan tiba,” kata Mirza, 10 Mei 2018. “Masyarakat sangat butuh listrik untuk ibadah tarawih, sahur, buka puasa atau tadarusan”.
Menyambut bulan puasa ini, warga berharap PLN dapat membuat perecanaan dan strategi karena listrik telah menjadi kebutuhan utama.
Ia mengaku, layanan PT PLN sudah cukup baik, tapi masih harus ditingkatkan, terutama terkait pemadaman yang masih sering terjadi. “Harapan kita sebagai warga tentu tidak terjadi pemadaman listrik, karena semua tahu listrik kebutuhan dasar apalagi dibulan puasa nanti,” harapnya.
Menurut Mirza, setiap hari saat ini hampir dipastikan terjadi pemadaman dengan durasi yang bervariasi. Bahkan yang membuat warga takut, beberapa hari lalu terjadi pemadaman secara mendadak berulang kali dalam waktu yang tidak lama.
“Pernah juga listrik ini hidup mati dan hidup lalu mati lagi. Ini kan kalau dibiarkan peralatan elektronik bisa rusak. Kita berharap dan berdoa juga semoga PLN tahun ini dapat mengatasi itu,” imbuhnya.[](Rel)



