“Enggak bisa saya, pak, kalau mulut enggak berasap, kebiasaan sih, pak,” ucap sopir angkot saat saya menegurnya.
“Penumpang perlu diberi nyaman, pak. Sebab, disitulah rezeki bapak,” cetus saya sambil mengibas asap yang menjilat wajah saya.
Sahabat!!!
Rezeki apapun bentuknya perlu dijaga dan dirawat. Sikap atau perilaku kita menentukan seberapa mudah dan jinak rezeki kita. Terkadang kita lalai memerhatikan. Merawat jalannya rezeki. Sehingga ianya menjauh
Seekor ayam betina yang dirawat dengan baik dan benar. Tentu akan menghasilkan anak yang banyak. Anak-anaknya kita rawat yang baik dan benar. Akan memberi harapan hidup lebih baik.
Ujungnya rezeki lebih baik. Teramat sering kita kadang abai terhadap hal-hal kecil. Baik dalam bisnis maupun bekerja. Misalnya, tak tepat waktu. Tidak rapi. Membiarkan kawan atau staf melakukan kesalahan.
Dalam hubungan antarmanusia. Kealpaan menjaga nilai-nilai kecil. Bisa berujung pada kerenggangan. Kehilangan persahabatan. Artinya, Anda kehilangan beberapa peluang.
Kita sering terbiasa melanggar aturan atau norma tak tertulis. Padahal, disitulah nilai atau peluang berada. Banyak orang punya pendidikan sama tinggi. Tapi sedikit di antara mereka mencapai titik tinggi.
Jangan abaikan apapun dalam sebuah proses. Apalagi bila terkait kesinambungan hidupmu. Ban mobil bocor oleh paku kecil. Bukan oleh batu besar.[]



