Sabtu, Juli 13, 2024

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...

Atlet Popda Gayo Lues...

BLANGKEJEREN - Pertandingan POPDA ACEH ke-XVII yang sedang berlangsung saat ini menjadi perhatian...
BerandaJemaah Salat Jumat...

Jemaah Salat Jumat di Masjid Raya Banda Aceh Tetap Ramai

BANDA ACEH – Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa mengenai ibadah dalam situasi wabah virus corona (Covid-19). Salah satunya, umat Islam yang berada di daerah terpapar virus corona tinggi, boleh mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur.

Fatwa MUI dikeluarkan pada Senin, 16 Maret 2020 itu, tidak memengaruhi pelaksanaan salat Jumat di Aceh. Kegiatan ibadah di Aceh tetap berlangsung seperti biasa dan dilaksanakan secara berjemaah. Seperti salat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, 20 Maret 2020, jemaah tetap ramai seperti biasanya.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Alidar, mengatakan di wilayah Aceh belum ditemukan kasus positif corona. Sementara fatwa MUI untuk kawasan dengan potensi penularan virus corona tinggi. Sehingga pelaksanaan salat Jumat dan kegiatan ibadah di masjid masih tetap bisa dilakukan seperti biasa secara berjemaah.

Menurut Alidar, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh juga telah mengimbau masyarakat tetap menjaga dan melaksanakan salat berjemaah. Akan tetapi, harus mengutamakan menjaga kebersihan, baik kebersihan jemaah maupun masjidnya.

“Seperti membawa sajadah sendiri dari rumah. Bagi pengurus masjid menggulung karpet/ambal, membersihkan lantai 30 menit setelah atau sesudah salat berjemaah,” ujar Alidar saat dikonfirmasi portalsatu.com, Rabu, 18 Maret 2020. 

Untuk kegiatan keagamaan lainnya, pemerintah meminta masyarakat mengurangi aktivitas di tempat keramaian. Contohnya, perayaan Isra Miraj, diharapkan tidak ada lagi mobilisasi massa seperti biasa. “Tetap dirayakan seperti biasa tapi tanpa pengerahan massa,” katanya.

Sebelumnya, kata Alidar, Dinas Syariat Islam Aceh telah menyerukan para khatib salat Jumat di 23 kabupaten/kota untuk memberikan khotbah tentang virus corona. Khatib diminta menyampaikan pesan-pesan menenangkan terkait virus yang telah masuk ke Indonesia tersebut.

“Kami meminta para khatib dan para dai kami di wilayah perbatasan, untuk menyampaikan kepada jemaah Jumat agar tidak menyikapi persoalan virus corona berlebihan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tengku H. Faisal Ali, mengatakan, MPU Aceh belum memberlakukan salat Jumat digantikan dengan salat Zuhur.

Mengenai imbauan MUI, kata Lem Faisal, sapaan akrabnya. Aceh belum mengarah ke sana. “Kita belum melihat untuk konteks beberapa hari ini, itu harus kita berlakukan di Aceh,” ujarnya. 

Lem Faisal mengajak masyarakat Aceh tidak perlu panik berlebihan, tapi tetap waspada. 

“Tetapi kalau untuk tempat beribadah, kita masih menganggap perlu. Karena dalam upaya mencegah ini, kita tidak hanya berusaha yang sifatnya duniawi tapi juga konteks ukhrawi. Yaitu dengan cara-cara berdoa, dan berzikir,” pungkas Lem Faisal.[]

Baca juga: