BLANGKEJEREN – Air sungai Kuala Tripe di Gayo Lues kembali meluap setelah hujan deras mengguyur kabupaten berjuluk Negeri Seribu Bukit, Senin malam, 22 Juni 2026. Sejumlah rumah dikabarkan kembali terendam banjir, jembatan putus, dan jalan lintas kembali longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues, Muhaimini, Selasa, 23 Juni 2026, mengatakan hujan deras tadi malam kembali menyebabkan bencana di Kabupaten Gayo Lues akibat air sungai meluap, dan tanah gunung kembali longsor.

“Satu unit jembatan Aramko menuju Rumah Sakit Umum Muhammad Ali Kasim (RSU MAK) putus. Jembatan itu setelah banjir sebelumnya dibangun oleh Pemerintah Pusat,” katanya melalui telepon Whatsapp.

Rumah warga di Daerah Aliran Sungai (DAS) juga terendam banjir. Air sungai meluap hampir menyerupai banjir bandang sebelumnya.

“Rumah warga yang terendam banjir itu berada di zona merah. Saat ini tim BPBD masih melakukan pendataan, belum diketahui secara pasti berapa rumah yang terendam,” ujarnya.

Jalan lintas di Kabupaten Gayo Lues juga mengalami longsor dan tertimbun batang kayu besar pada Senin malam. Seperti longsor yang terjadi di jalan lintas Blangkejeren-Aceh Tenggara, jalan lintas dari Blangkejeren-Aceh Tengah, dan jalan lintas Provinsi dari Blangkejeren menuju Aceh Timur.

“Jalan yang longsor tepatnya di Daerah Tetumpun, di depan PT Rosin, dan di daerah Desa Badak. Semua jalan yang longsor itu sudah dilakukan perbaikan secara bertahap oleh pihak terkait, ada yang sudah tembus, dan ada juga yang sedang dikerjakan,” katanya seraya mengimbau agar warga tetap waspada.[]