BLANGKEJEREN – Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues kembali mengeluarkan seruan agar seluruh perkarangan kantor ditanami kopi Gayo. Seruan itu dikeluarkan Bupati dan Wabup mengingat dataran tinggi Gayo sangat cocok dengan tanaman kopi dan bisa menjadi ikon di masa mendatang.

“Seluruh perkantoran di Gayo Lues kita wajibkan menanam kopi, sehingga tidak tumbuh rumput-rumput yang merusak pemandangan,” kata Bupati Suhaidi di kompleks kantor Bupati Gayo Lues, Senin, 13 Juli 2026.

Kepada seluruh Kepala SKPK, Bupati meminta agar segera memulai penanaman kopi dengan cara mandiri, sehingga dua tahun ke depan buahnya bisa dipanen dan dibuatkan bubuk kopi.

“Untuk sekolah-sekolah yang memiliki taman juga kita imbau segera menanam kopi Gayo, sehingga siapapun yang datang dan melihat Gayo Lues, mereka akan disuguhkan dengan pemandangan kopi,” ujarnya.

Bupati Gayo Lues berharap, siapapun yang melihat, mendegar dan mengunjungi Gayo Lues langsung teringat dengan kopi Gayo.

“Kita mengapresiasi Badan Pengelola Keuangan Kabupaten (BPKK) yang telah berhasil menanam kopi di pekarangan kantornya, ini harus dicontoh oleh kantor-kantor lainya,” katanya.

Sekretaris BPKK Gayo Lues, Reni Pristian, mengatakan pihaknya mulai menanam kopi Gayo di pekarangan kantor sejak delapan bulan lalu, dan hasilnya sangat mengejutkan semua orang.

“Alhamdulilah, pertumbuhan kopinya sangat bagus, dan sekarang sudah mulai mengeluarkan bunga, ini semua tidak terlepas dari peran semua pihak yang melakukan perawatan dan pemupukan,” katanya.[]