SUBULUSSALAM – Jembatan penghubung dari Kota Subulussalam menuju Kecamatan Singkohor, Aceh Singkil tak kunjung dibangun kembali setelah ambruk beberapa tahun lalu diduga akibat dihantam banjir.

Kondisi ini menyebabkan akses menuju Singkohor maupun sebaliknya sulit dilewati masyarakat, baik roda dua maupun roda empat karena harus melewati sungai dan tanjakan serta turunan jalan berbatu.

Amatan portalsatu.com, Minggu, 21 Juli 2019 posisi jembatan rusak akibat ambruk  berada di Desa Lae Sipola, Kecamatan Singkohor atau berjarak sekitar 4 kilometer dari jalan nasional Subulussalam-Singkil.

Pascajembatan ambruk, warga setempat membuat jalan alternatif mengalihkan akses jalan sebelah kiri jembatan menuju Singkohor dengan melewati arus sungai dan jalan berbatu, kondisi berlumpur saat musim hujan sehingga susah dilewati.

Jalan alternatif ini hanya bisa dilewati saat musim kemarau karena debit air kecil, kendaraan roda dua dan empat khususnya mobil angkutan barang dengan mudah menyebrang meski kesulitan saat menaiki tanjakan berbatu dan jalan licin.

Namun saat musim hujan dan terjadinya banjir, warga pun tak bisa melintas baik dari Subulussalam maupun sebaliknya. Kondisi ini sudah berlangsung lama sejak jembatan penghubung tersebut ambruk ke dasar sungai.

Padahal akses jembatan itu sangat urgen bagi masyarakat Subulussalam dan Singkohor, satu-satunya akses selama ini mereka lewati untuk berbagai keperluan, termasuk petani sawit  yang memiliki kebun di kawasan Lae Sipola dah Singkohor.

Kepala Desa Lae Sipola, Agus Triono berharap pemerintah Kabupaten Aceh Singkil maupun Pemerintah Aceh membangun kembali jembatan penghubung itu dengan anggaran tahun 2020 mendatang. Pasalnya jembatan itu satu-satunya akses dari Singkohor menuju Subulussalam.

Sarifuddin salah seorang pengguna jalan juga menaruh harapan kepada Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah supaya mengalokasikan anggaran tahun depan untuk pembangunan kembali jembatan penghubung yang terdapat di jalan provinsi lintasan Subulussalam-Singkohor, Aceh Singkil tepatnya di Desa Lae Sipola.

Tidak hanya jembatan, beberapa ruas jalan Subulussalam-Singkohor juga sudah mulai longsor, tidak aman dilalui kendaraan roda empat. Jika tak segera diatasi longsor semakin parah dikhawatirkan akses jalan putus total.[]