SIGLI – Setelah jembatan Seumayan, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, ambruk akibat banjir pada Desember 2016, akses ke perkebunan masyarakat terputus. Sebelumnya, jalur itu digunakan para petani menuju lahan kebun mereka.

Abdullah, salah seorang tokoh masyarakat setempat, Kamis, 19 Januari 2017, kepada portalsatu.com mengatakan, jembatan tersebut ambruk saat banjir melanda kawasan Padang Tiji akhir tahun lalu. Ambruknya jembatan itu, kata dia, disebabkan bobolnya Embung Seumayam.

“Sejak saat itu, para petani kesulitan menuju kebun mereka, baik untuk menggarap maupun untuk memanen hasil kebun seperti kakao, pinang, dan lainnya,” ujar Abdullah yang juga Mantri Tani Kecamatan Padang Tiji.

Menurut dia, jembatan tersebut sangat penting bagi petani untuk mengangkut hasil perkebunan. Ada ratusa hektare lahan yang sudah dimanfaatkan warga menanam kakao dan pinang. Bahkan, saat ini sudah banyak yang panen. Karena jembatan putus, kendaraan tidak bisa lewat, petani terpaksa mengangkut hasil panennya dengan pundak dan menempuh jarak hingga 1 kilometer.

Dia juga menceritakan, jembatan tersebut sudah beberapa kali dibangun, tetapi kembali ambruk akibat banjir. “Untuk membangun kembali jembatan itu, kami sangat berharap, embungnya dulu dibangun secara permanen. Sebab, kalau tidak, jembatan akan sia–sia dibangun, tetap akan dihantam lagi oleh banjir,” kata Abdullah.[]