TAPAKTUAN – Politeknik Aceh Selatan (Poltas) mewisuda sebanyak 72 lulusan dari empat program studi (Prodi). Rinciannya, Prodi Teknik Industri 11 orang, Teknik Informatika 15 orang, Teknik Komputer 35 orang dan Teknik Mesin 11 orang.
Acara wisuda angkatan III dan IV tersebut dilaksanakan dalam Rapat Senat Terbuka yang dipimpin Direktur Poltas Dr Ilham Maulana ST,MT di Gedung Pertemuan Rumoh Agam, Tapaktuan, Kamis, 19 Januari 2017.
Acara ini selain diikuti ratusan orang tua (wali) wisudawan, juga dihadiri Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra SH, pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda),Koordinator Kopertis Aceh yang diwakili Kabag Akademik Drs. Najib, Pembina dan Ketua Yayasan Politeknik Aceh Selatan beserta jajarannya. Para Anggota Senat Poltas, Ketua DPRK Aceh Selatan dan para anggota. Sekda dan para Kepala SKPK, Koordinator LPSDM Aceh yang diwakili Dr. Said Musnadi, SE,MSi dan Koordinator Beasiswa Miskin LPSDM Mawardi, M.Pd.
Direktur Akper Aceh Selatan, Direktur STAI Tapaktuan sertaperguruan tinggi swasta lainnya.
Direktur Poltas Dr Ilham Maulana mengatakan, dari sebanyak 72 orang lulusan yang di wisuda tersebut sebanyak 9 orangdiantaranya tidak dapat hadir karena tidak bisa meninggalkan pekerjaanya masing-masing. Termasuk 6 orang wisudawandari Prodi Teknik Industri yang telah bekerja di beberapa perusahaan di Pulau Batam.
Mereka menyatakan sangat ingin hadir mengikuti acara wisuda namun hingga acara ini digelar belum mendapatkan ijin dari perusahaan tempat mereka bekerja tersebut, kata Ilham Maulana.
Sebagai lulusan Politeknik, kata dia, alumni Poltas harus mampu menjadi inisiator dan motivator di daerah masing-masing. Para lulusan harus terus mengembangkan diri dengan tetap belajar, baik itu dari buku, internet dan dari masyarakat, sehingga mampu menjadi pemuda pelopor pembangunan di daerah masing-masing.
Meskipun dengan berbagai keterbasan selama anda menjalani pendidikan di Politeknik Aceh Selatan, saya berharap saudara tidak menjadi lulusan yang cengeng, pengeluh dan menjadi beban masyarakat. Apalagi hanya berada pada barisan panjang antrian untuk menjadi pegawai negeri sipil atau PNS. Anda tidak kami persiapkan untuk itu. Pantai Barat Selatan Acehadalah daerah yang sangat kaya akan hasil alam, menunggu kreativitas anak bangsanya untuk mampu mengolahnya sehingga menjadi berkah bagi lingkungan sekitar, tegas Ilham Maulana.
Ilham Maulana mengajak seluruh lulusan agar secara bersama-sama bahu membahu mengangkat nama Politeknik Aceh Selatan dengan kapasitas masing-masing. Caranya adalah, berikan infomasi yang baik kepada masyarakat, baik melalui ucapan, tindakan dan kepeloporan di tengah-tengahmasyarakat. Karena keberlangsungan Politeknik Aceh Selatansebagai satu-satunya perguruan tinggi vokasi di pantai barat selatan Aceh, bukan hanya tergantung kepada pihak manajemen dan dosen, namun sangat tergantung kepada segenap civitas akademika dan stakeholder khususnya paraalumni yang memegang peranan yang sangat penting dan strategis didalamnya.
Kami berharap wisudawan sebagai alumni yang akan bergabung dalam Ikatan Alumni Poltas yang pemegang panji almamater, senantiasa menjaga nama baik almamater tersebut. Sebagai alumni, saudara-saudara adalah bagian integral dari civitas akademika dalam membesarkan Politeknik tercinta ini dan pendidikan di Aceh Selatan dan di Aceh secara lebih luas, ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Direktur Poltas Dr Ilham Maulana turut memberi apresiasi yang tinggi kepada sebanyak 7 oranglulusan terbaik yang telah berhasil mencapai kelulusan dengan predikat cum laude atau dengan pujian.
Ketujuh lulusan tersebut adalah Andriani dari prodi Teknik Komputer, dengan IPK 3,72. Iga Purnamasari dari prodi Teknik Komputer dengan IPK 3,58. Vivianti dari prodi Teknik Komputer dengan IPK 3,55. Afiat dari prodi Teknik Mesin dengan IPK 3,52. Riski Novaldari prodi Teknik Mesin dengan IPK 3,61. Yan Ferialdari prodi Teknik Industri dengan IPK 3,56 dan Masrizaldari prodi Teknik Komputer dengan IPK 3,57.
Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra berharap agar para wisudawan dan wisudawati tersebut dapat menjadi generasi-generasi yang kreatif dan inovatif peduli terhadap pendidikan dan pembangunan masyarakat secara keseluruhan, sekaligus juga dapat menjadi kader Kabupaten Aceh Selatan sebagai penerus bangsa di masa mendatang.
Mari kita bangkit untuk mengejar berbagai ketinggalan dengan cara melahirkan konsep dan pemikiran baru, dengan demikian Kabupaten Aceh Selatan dapat menjadi barometer di bidang pendidikan bagi daerah lain di indonesia khususnya diAceh, pinta Bupati.
Untuk menjawab tantangan dunia kerja, Bupati Aceh Selatanmengajak kepada seluruh jajaran dunia pendidikan, khususnya manajemen Politeknik Aceh Selatan untuk terus meningkatkan mutu. Kkarena Aceh Selatan memiliki kekayaan alam yang cukup besar yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk unggulan.
Kita semua menaruh harapan yang sangat besar kepadaPoliteknik Aceh Selatan sebagai satu-satunya lembaga pendidikan vokasional di pantai barat selatan aceh untuk terus berupaya meningkatkan dan mengembangkan program pendidikan yang telah ada, dengan melakukan inovasi tanpa henti, terobosan-terobosan teknologi dalam ikut mendukung pembangunan dan menyiapkan sumber daya manusia yang terampil, sehingga apa yang dicita-citakan dapat tercapai, harap Bupati.[]
Laporan Hendrik






