SUBULUSALAM – Proyek jembatan di kawasan Gampong (Desa) Belegen Mulia, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam tidak terhubung dengan badan jalan sehingga belum dapat difungsikan.
LSM Aceh Future Kota Subulussalam turut menyoroti kondisi jembatan yang dibangun menggunakan uang rakyat tapi dinilai tidak bermanfaat bagi masyarakat meski telah selesai dibangun sekitar dua tahun lalu.
“Proyek membangun jembatan ini dari uang rakyat, pekerjaan tampak telah selesai tapi belum bisa difungsikan. Tidak ada manfaat bagi masyarakat,” kata Ketua Aceh Future, Farida Solin kepada portalsatu.com/, Sabtu, 11 Agustus 2018.
Menurut Farida Solin, pembangunan jembatan Belegen terkesan asal jadi, tanpa perencanaan yang baik.Pasalnya, jembatan telah selesai dibangun tapi tidak tersambung dengan badan jalan, sehingga masyarakat tidak bisa melintas.
“Idealnya harus ada perencanaan yang matang, selesai jembatan dibangun, tahun berikutnya dilanjutkan penimbunan badan jalan, agar terhubung dengan jembatan,” ungkapnya.
“Ini perencanaan abal-abal namanya, selesai dibangun tapi belum bisa digunakan,” kata Farida Solin.
Berdasarkan informasi, proyek jembatan ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Subulussalam. Kabarnya, jembatan ini dikerjakan tahun 2016 lalu menggunakan “dana aspirasi salah seorang anggota DPRK” sekitar Rp170 juta. Namun, portalsatu.com/ belum berhasil mengonfirmasi hal itu dengan pihak Dinas PUPR dan anggota DPRK tersebut.[]



