Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsJenazah Warga Aceh...

Jenazah Warga Aceh yang Terbunuh di Malaysia Telah Dimakamkan

IDI RAYEK – Jenazah Junaidi yang dilaporkan terbunuh di Malaysia, tiba di rumah duka, Rabu, 27 Januari 2016, sekitar pukul 18.00 WIB. Jenazah pemuda 35 tahun itu kemudian dikebumikan di taman pemakaman umum Gampoeng Bintah, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, sekitar pukul 19.30 WIB.

“Jenazahnya kita kebumikan satu jam setelah tiba di rumah,” ujar Geuchik Gampoeng Bintah, Husni Mahyuddin kepada portalsatu.com via telepon selulernya, Kamis, 28 Januari 2016.

Husni mengatakan, mulanya ia bersama keluarga Junaidi menjemput jenazah korban di Bandara Kuala Namu, Sumtera Utara, setelah dipastikan akan dipulangkan dari Malaysia, kemarin (Rabu). Saat penjemputan jenazah Junaidi, kata Husni, tidak  ada satu pun dari unsur pemerintah Aceh yang ikut membantu proses serah terima di bandara.

“Awalnya, kami dapat informasi dari keluarga dekat yang telah menetap di Malaysia bahwa (jenazah) Junaidi akan dipulangakan. Saya selaku perangkat gampoeng dan perwakilan keluarga korban mencari ambulans untuk menjemput. Saat proses serah terima jenazah (di Bandara Kuala Namu) hanya ada keluarga dan saya,” kata Husni.

Husni menambahkan, saat ini rumah duka dikunjungi kerabat yang mengetahui Junaidi sudah meninggal dunia. Kata dia, pihak Polsek dan Koramil Madat turut hadir saat pemakaman jenazah Junaidi.

“Dari gampoeng telah kita upayakan membantu baik secara moril dan materil. Dan untuk tujuh hari ke depan perangkat (gampoeng) tetap membantu apa yang dibutuhkan oleh keluarga korban,” ucap Husni.

Diberitakan sebelumnya, M. Nasir, 56 tahun, warga Gampoeng Bintah, Kecamatan Madat, Aceh Timur, sedang menanti jenazah anaknya yang dipulangkan dari Malaysia, Rabu, 27 Januari 2016. Anaknya diduga dibunuh rekan kerjanya akibat persaingan kerja sesama buruh bangunan.

“Saya mendapat kabar dari warga desa bahwa anak saya, Junaidi, 35 tahun, dibunuh di Malaysia. Warga itu melihat beritanya di media sosial. Katanya anak saya dibunuh dengan luka di bagian leher pada Jumat, 22 Januari lalu,” kata Nasir kepada portalsatu.com. (Baca: Diduga Terlibat Persaingan Kerja, Satu Warga Aceh Terbunuh di Malaysia)[] (idg)

Baca juga: