BANDA ACEH – Koordinator Aliansi Pemuda Aceh (APA), Muhammad Amin, mengetuk akal sehat dan hati segenap ureung Aceh untuk meninggalkan aksi kekerasan, termasuk dalam menyelesaikan segala perkara. Ajakan simpati itu disampaikan menanggapi aksi pemukulan petinggi BP2A, Komandan Fauzi, yang dilakukan oleh mantan kombatan GAM dari Aceh Timur pada Selasa, 26 Januari 2016 lalu. (Lihat: Ini Alasan Mantan Kombatan GAM Hajar Petinggi BP2A)

“Apapun alasannya, penyelesaian perkara tidak boleh dengan cara-cara kekerasan,” katanya melalui siaran pers kepada portalsatu.com.

Dia mengatakan cara penyelesaian masalah menggunakan kekerasan tidak hanya dilarang pada masa Aceh damai. “Dalam konflikpun tidak dibenarkan menangani perkara dengan cara-cara kekerasan,” ujarnya.

Dia mengatakan perlawanan tidak identik dengan kekerasan. Menurutnya perlawanan itu ditujukan kepada negara, bukan warga negara. 

“Perlawananpun punya kaedahnya, tidak bisa dilakukan secara sembarangan, apalagi serampangan. Perlawanan adalah wujud dari rakyat yang sudah tidak sanggup lagi menderita, dan seluruh saluran demokratis tersumbat termasuk penegakkan hukum, apalagi saluran politik. Inilah dasar perlawanan atau pemberontakan, dan ini bukan dasar kekerasan,” katanya lagi.

Dia menilai mantan kombatan sama saja melukai nilai-nilai perjuangan ideologi Hasan Tiro jika masih melakukan aksi kekerasan dalam menyelesaikan perkara, mencapai tujuan, dan menegakkan kebenaran.

“Jangan kerdilkan dan jangan lukai ideologi Hasan Tiro apalagi Tiroisme dengan tindakan kekerasan,” katanya.[](bna)