LHOKSEUMAWE –  Harga ikan jeureubok (tongkol) di kota Lhokseumawe naik dratis. Dari sebelumnya Rp15 ribu perkilogram, kini mencapai Rp30 ribu.

“Hasil tangkapan ikan sejumlah nelayan di kawasan perairan Lhokseumawe beberapa pekan terakhir mengalami penurunan. Akibatnya kami harus menaikkan harga ikan tersebut,” kata Ridwan, pedagang ikan di Pasar Pusong, Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Sabtu, 2 Januari 2016.

Ridwan menyebut kenaikan harga ikan turut dipicu cuaca saat ini yang tidak mendukung aktivitas para nelayan, seperti angin kencang dan gelombang tinggi.

“Lon bloe eungkot bak toke meuhai, makajih suah lon peumeuhai harga publoe keu masyarakat. Lawet nyoe susah that ta mita eungkot. Dum eungkot pilok ka di-ek, awai 15 ribe sikilo, jinoe ka 25 ribe,” kata Ridwan.

Ridwan menambahkan, akibat minim pasokan, dirinya kewalahan mencari ikan untuk dijual kepada masyarakat di pasar itu.

Kondisi sama terjadi di Kabupaten Aceh Utara. “Ya, beberapa pekan terakhir harga ikan di pasaran melonjak,” kata Panglima Laot Kabupaten Aceh Utara Ismail Insya kepada portalsatu.com, Sabtu 2 Januari 2016.

Menurut Ismail, jumlah tangkapan ikan nelayan berkurang akibat cuaca di laut kurang mendukung. “Angin tidak menentu dan gelombang tinggi maka nelayan enggan melaut,” ujarnya.[]