LHOKSUKON – Masyarakat korban langganan banjir di Kecamatan Lhoksukon mengaku kecewa dengan kinerja Pemerintah Aceh. Meski sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu, tapi persoalan banjir di Aceh Utara belum teratasi.
“Tanggul KM V belum ada perbaikan. Dulu pernah dimasukkan alat berat untuk rehab tanggul, tapi saya tolak karena yang dikerjakan bukan pada titik/lokasi yang dibutuhkan. Saat saya pertanyakan itu, para pekerja mengatakan, lokasi tanggul yang rusak parah sudah ditender provinsi, berbarengan dengan tanggul Gampong Jok, KM II. Anehnya, Gampong Jok sudah tiga kali dikerjakan, sedangkan tanggul gampong kami tak tersentuh,” kata Geuchik Gampong Krueng LT, Musliadi, saat ditemui portalsatu.com di lokasi banjir, Minggu 18 Desember 2016.
Ditambahkan, musibah banjir ini memang sudah menjadi 'makanan' bagi sebagian masyarakat Lhoksukon dan sekitarnya.
“Kita sudah hafal langkah yang diambil pemerintah saat banjir. Palingan cuma datang beri bantuan masa panik, telur, mie dan beras plus dapur umum. Sementara persoalan tanggul tidak dilirik. Ya selalu, begitu-begitu saja, tidak ada perubahan dari tahun ke tahun,” katanya yang dibenarkan Abdullah Syeh, 52 tahun, anggota Tuha Peut gampong dan sejumlah warga lainnya. []


