BANDA ACEH – Jaringan Intelektual Muda Islam (JIMI) mendesak semua pihak untuk tetap menjaga nilai-nilai syariat Islam dalam masa pilkada Aceh 2017. Politik harus menjadi 'ladang' dakwah serta sumber pahala dan kebaikan.

“Kampanye negatif dan provokatif yang kontraproduktif harus dilenyapkan, karena Aceh adalah daerah contoh demokrasi langsung yang pertama di Indonesia,” kata Ketua Umum JIMI Don Zakiyamani    dan Sekjen Andi Kurniawan melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Rabu, 22 Juni 2016.

Don menyebut kampanye yang mengedukasi rakyat serta sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam harus menjadi tradisi dalam berdemokrasi di bumi Serambi Mekah. Para bakal calon (balon) Gubernur, Bupati serta Walikota harus menampilkan ide dan gagasan dalam bentuk program sebagai misi dan visi.

“Tak layak lagi sentimentil pribadi dan kelompok yang dikedepankan. Selain tidak mengedukasi, kampanye negatif hanya akan memperparah ukhuwah Islamiyah serta tidak memajukan pola pikir rakyat. Pesta demokrasi harus mampu menjadi seleksi orang-orang baik dan berintegritas dalam memimpin Aceh maupun kabupaten/kota yang ada di Aceh,” ujar Don.

Don dan Andi melanjutkan, kelompok (mantan) GAM maupun non-GAM jangan lagi dikotomi. “Semua punya andil dalam perjuangan Aceh hingga hari ini memasuki peace area yang Insya Allah darussalam (sejahtera) bersama syariat Islam,” katanya.

“Jangan ada lagi kelompok maupun personal yang merasa paling berjasa atas Aceh, biarlah jasa itu menjadi catatan malaikat, bukan catatan manusia dalam propaganda politik,” ujar Don lagi.

JIMI mengharapkan nilai-nilai syariat Islam tetap menjadi nafas setiap tim sukses para balon kepala daerah di Aceh. “Memilih pemimpin itu bukan seperti memilih warkop, harus ada diskusi dan seleksi yang ketat. Ulama hendaknya berperan lebih aktif dalam mengarahkan rakyat Aceh agar memilih bukan karena uang dan jabatan, namun berdasarkan Alquran dan Hadis,” kata Don.

“Mungkin sebagian kita akan pesimis, namun bila rakyat mau terutama tim sukses setiap balon kepala daerah berhasrat, maka kemenangan rakyat Aceh akan segera terwujud,” ujarnya.[] (rel)