BANDA ACEH – Sekjend Jaringan Intelektual Muda Islam (JIMI), Andi Kurniawan, mengharapkan ulama Aceh tidak terpolarisasi karena berbeda pilihan dalam pilkada. Hal ini disampaikannya karena ulama merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan dan pengawasan syariat Islam.
“Ulama memang tidak dilarang berpolitik, bahkan JIMI mendorong ulama Aceh lebih aktif, bukan menjadi pengikut balon kepala daerah. Namun harus bersatu,” ujarnya melalui siaran pers kepada portalsatu.com, Senin, 27 Juni 2016.
Menurutnya ulama Aceh harus berani mengambil langkah politik. Pasalnya politik itu akan menentukan arah Aceh dan menyangkut hajat ummat.
“Ulama Aceh jangan seolah-olah alergi dengan politik, namun mendukung balon kepala daerah. Bersatulah ulama Aceh, demi ummat demi Aceh dan demi tegaknya syariat Islam di Aceh,” katanya.
Dia menilai sudah saatnya ulama Aceh memasuki sistem pemerintahan dan menjadi pengambil kebijakan. “Bukan hanya memberi rekomendasi yang terkadang tak digubris politisi Aceh,” ujarnya.[](bna)

