BLANGKEJEREN – Lomba pacuan kuda tradisional yang digelar Pemerintah Kabupaten Gayo diikuti 89 kuda. Hadiah yang disediakan total Rp352 juta. Kuda yang diikutkan dalam lomba tersebut 80 ekor asal Gayo Lues, 9 ekor dari Kabupaten Aceh Tenggara.

Saat lomba pertama pacuan kuda diikuti enam kuda dengan enam joki cilik, satu orang joki terpaksa dilarikan ke mobil ambulans setelah terjatuh dari kuda yang ditungganginya. Beruntung joki cilik itu hanya mengalami luka di bagian punggung.

Joki jatuh itu saat enam kuda sedang berlari kencang dalam arena. Saat dua kuda masuk ke garis finish, satu kuda yang ditunggangi joki tersangkut talinya ke besi pintu masuk dan keluar arena lomba, joki itu terhempas dan badannya kena besi itu hingga mengalami luka ringan.

Wakil Bupati Gayo Lues, H. Said Sani mengatakan, pacuan kuda merupakan budaya yang sudah menjadi tradisi nenek moyang masyarakat Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Tenggah dan Bener Meriah, dan untuk melestarikanya harus diprioritaskan memacu kuda lokal.

“Lomba pacuan kuda merupakan warisan budaya nenek moyang kita, jadi kita harus melestarikanya dengan kearifan lokal. Untuk itu saya berharap ke depanya, setiap kecamatan menampilkan kuda lokal pada setiap event pacuan kuda,” katanya.

Sementara itu Kabid Pariwisata Gayo Lues, Mursidi mengatakan total hadiah diperebutkan sebelumnya Rp300 juta tapi kemudian ada penambahan hingga menjadi Rp352 juta. “Ada penambahan hadiah, lomba yang dipertandingkan juga sama seperti pada pacuan kuda HUT RI sebelumnya yakni 12 kelas,” jelasnya.

Sementara itu Koordinator Pordasi Gayo Lues, Ibrahim mengatakan panitia hanya menyediakan 6 joki untuk memacu 89 kuda tersebut, tetapi jika ada pemilik kuda yang menyediakan sendiri jokinya juga diperbolehkan.

“Mungkin sekali event pacuan kuda ada sekitar 15 orang jokinya, seperti hari ini, joki panitia 6 orang, joki yang dibawa dari Aceh Tenggara 3 orang, dan ada beberapa orang lagi joki dari Gayo Lues yang dibawa oleh pemilik kuda,” katanya.[**]