JAKARTA – Presiden Joko Widodo menarik dua kader Partai Gerindra menjadi pembantunya di Kabinet Indonesia Maju. Dua politikus Partai Gerindra itu adalah Edhy Prabowo dan Prabowo Subianto. Keduanya menjadi lawan Jokowi pada Pemilu 2019.

Prabowo yang diminta menjadi menteri pertahanan mengungkapkan pengalaman pertama di sidang kabinet perdana. Dia senang meski ada cibiran.

“Orang mau ngomong apa. Saya pernah rival, begini, begini. Saya tidak suka kita bermusuhan. Saya tidak suka saling jelek-jelekkan,” katanya melalui rekaman video yang beredar di Instagram yang dikutip, 11 November 2019.

Prabowo kemudian menceritakan perintah Jokowi kepadanya. Itu adalah permintaan Presiden yang akan dia laksanakan.

“Jadi sidang pertama yang dipimpin Pak Jokowi, saya senang karena dapat petunjuk pertama. Petunjuk pertama saya jangan korupsi,” jelasnya. 

Kementerian dipimpin Prabowo diketahui memegang anggaran terbesar. Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2020, Kementerian Pertahanan mendapat alokasi Rp131,2 triliun. 

Instruksi Jokowi bakal Prabowo pegang teguh dan lakukan.

“Pokoknya perintah Presiden, panglima tertinggi saya untuk jangan korupsi. Perintah yang paling saya suka,” ucapnya. 

Penulis: Jaffry Prabu Prakoso.[]Sumberbisnis.com