BANDA ACEH – Memperingati Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) bukan berarti membangkitkan kembali pemberontakan. Namun lebih kepada bentuk mengenang dan berdoa untuk para syuhada yang telah berjasa, berjuang menuntut keadilan.
Demikian disampaikan Juru Bicara Partai Aceh (PA) Aceh Jaya, Azis Muhajir, S.Fil.I, MA, melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Minggu, 4 Desember 2016. Pernyataan ini disampaikan Azis terkait pelaksanaan kegiatan memperingati Milad GAM di Wilayah Meureuhom Daya, Aceh Jaya, bertajuk “sapeu kheun sapeu pakat, sang seuneusab ta meuadoe-a.”
“Acara milad GAM merupakan kegiatan tahunan yang selalu dilaksanakan di tanoh Mereuhom Daya, yang dipusatkan pada makam Al-Syahid yang ada di setiap kecamatan,” ujarnya.
Serangkaian kegiatan yang dilakukan antara lain do'a bersama untuk para syuhada, tausiah dan di akhir acara memberikan santunan kepada anak yatim. Pihaknya turut mengundang seluruh instansi Muspika, Kapolsek, Koramil dan tokoh-tokoh masyarakat di kecamatan setempat, beserta seluruh yatim dan janda korban konflik di setiap sagoe.
Di sisi lain, Muhajir mengaku Partai Aceh hingga kini masih menunggu proses colling down terkait polemik pengibaran bendera Bintang Bulan. “Kita berharap pimpinan republik ini cepat merealisasi seluruh nota kesepahaman yang tercantum di dalam Mou Helsinki, jangan ada lagi kecurigaan politik karena Aceh adalah Indonesia,” katanya.
Menurutnya usia perdamaian yang sudah berjalan 11 tahun bukanlah waktu singkat. “Janganlah terlalu lama menguji kesabaran rakyat Aceh untuk menunggu,” ujar Muhajir.[]


