Banda Aceh Juman, 51 tahun, korban penembakan orang tak dikenal (OTK) di Peunaron Baru, Aceh Timur, yang dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, 5 Maret 2017, kini sudah diizinkan pulang setelah dokter menyatakan kondisinya stabil. Namun, Juman perlu menjalani rawat jalan sehingga untuk sementara ia tinggal di Banda Aceh.
Baca: OTK Bersenpi Tembak Dua Warga Aceh Timur
Informasi diperoleh portalsatu.com dari seorang perawat, Juman keluar dari Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) itu, Rabu, 15 Maret 2017, sekira pukul 15.00 WIB. Ia keluar dari pintu belakang RSUZA dikawal pihak kepolisian.
“Sudah pulang tadi sekitar pukul tiga (15.00 WIB) lewat pintu belakang karena dekat kamar,” kata perawat itu. “Tadi pulangnya ada dikawal polisi juga,” kata dia lagi.
Baca juga: Korban Penembakan Aceh Timur Diboyong ke RSUZA Banda Aceh
Dr. Yopie Afriandi Habibie, Sp.BTKV-FIHA, Dokter Spesialis Bedah Thorax yang menangani Juman di RSUZA mengatakan, secara umum kondisi Juman dalam kondisi stabil, sehingga diizinkan meninggalkan rumah sakit.
“Kondisi pasien secara umum itu stabil. Tekanan darahnya baik, nadinya baik, keluhan sakitnya juga sudah berkurang. Namun masih ada keluhan rasa nyeri dan kelemahan gerak di tangan sebelah kanan,” kata Yopie.
Yopie menyarankan Juman menjalani rawat jalan psiotrapi terkait keluhan yang dirasakan. Ya, berobat jalan, kan pasien dijadwalkan untuk kontrol ke poliklinik ke bagian poliklinik bedah dan rehabilitasi medik untuk psiotrapi tangan,” ujarnya.
“Dan itu kita programkan untuk psiotrapi agar kekuatan ototnya kembali normal kembali,” kata Yopie lagi.
Yopie mengatakan, selama menjalani rawat jalan Juman akan tinggal di Banda Aceh sampai kondisinya benar-benar dinyatakan sehat total. “Setelah dinyatakan membaik dari psiotrapi tangannya dan luka di bagian leher maka pasien baru kita izinkan pulang ke kampungnya di Idi (Aceh Timur),” kata Dokter Spesalis Bedah Thorax ini.
Mengenai kondisi Misno, salah seorang korban penembakan lainnya, Yopie tidak begitu mengetahuinya. Akan tetapi, berdasarkan informasi yang ia peroleh, kondisi Misno lebih baik daripada Juman. Informasi diperoleh Yopie, luka tembak dialami Misno tidak tembus ke rongga perut, hanya di bagian otot dinding perut. Tidak terlalu serius seperti Pak Juman,” katanya.
Lihat pula: Misno Korban Penembakan Kedua Tiba di RSUZA []




