SUBULUSSALAM – Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19 atau coronavirus di Kota Subulussalam berjumlah dua orang dan tujuh berstatus orang dalam pantauan (ODP).

Sedangkan jumlah warga yang sedang menjalani karantina mandiri melonjak drastis menjadi 143 orang dari sebelumnya 95 orang. 

Meningkatnya warga isolasi mandiri menyusul banyaknya mahasiswa luar daerah pulang ke Kota Subulussalam seperti dari Medan, Banda Aceh, Jakarta, Yogyakarta dan beberapa daerah lainnya.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kota Subulussalam, Baginda Nasution, S.H., M.M., mengatakan dalam satu hari terjadi peningkatan jumlah warga karantina mandiri sebelumnya 95 orang menjadi 143 orang atau bertambah 48 orang.

Hal itu disampaikan Baginda Nasution terkait perkembangan penanganan dan pencegahan covid-19 di Kota Subulussalam dalam konferensi pers di pendopo, Jumat, 27 Maret 2020 malam sekitar pukul 21:30 WIB.

Baginda Nasution, yang juga Plt Kepala Dinas Kominfo Kota Subulussalam, mengimbau masyarakat agar tenang dan jangan panik, namun tetap waspada dalam menghadapi wabah mematikan ini.

Warga diharapkan terus melakukan upaya pencegahan seperti menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup bersih dan sehat, serta menjalani olahraga ringan untuk menambah kebugaran tubuh, agar terhindar dari penyakit, termasuk virus corona.

Masyarakat juga diminta banyak berdiam diri di rumah (stay at home) serta menjaga jarak atau sosial distancing guna memutus mata rantai penyebaran epedimi global ini. 

Baginda mengimbau masyarakat tak lupa memperbanyak amal ibadan dan doa kepada Allah SWT, agar Bumi Syekh Hamzah Fansuri ini dijauhkan dari mara bahaya, termasuk virus corona.[]