Kamis, Juli 25, 2024

Buka Rapimda KNPI Subulussalam,...

SUBULUSSALAM - Penjabat (Pj) Wali Kota Subulussalam, H. Azhari, S. Ag., M.Si mengatakan...

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...
BerandaBerita Banda AcehJumpai Wali Nanggroe,...

Jumpai Wali Nanggroe, Tuan Guru Bajang Sampaikan Perkembangan BSI di Aceh

BANDA ACEH – Pimpinan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk. mengadakan pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Al Haythar, Selasa 28 Desember 2021, di Meuligoe Wali Nanggroe, Lampeuneuret, Aceh Besar. Pimpinan BSI Pusat menjelaskan perkembangan terkini operasional bank tersebut di Aceh.

Kabag Humas dan Kerja Sama Wali Nanggroe, M. Nasir Syamaun, menyampaikan dari BSI Pusat hadir langsung Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, Lc., M.A., selaku Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen BSI.

TGB. Muhammad Zainul Majdi akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) datang menemui Wali Nanggroe antara lain didampingi Dr. KH. Mohammad Hidayat, MBA., M.H., Dewan Pengawas Syariah BSI. Kemudian Komisaris Independen BSI M. Arif Rosyid Hasan, dan COE BSI Regional Aceh Wisnu Sunandar. Hadir juga Anggota DDP RI asal Aceh, H. M. Fadhil Rahmi, Lc.

“Alhamdulillah pasca 1 November 2021 merger operasional BSI sudah tuntas dan siap berkontribusi maksimal pembangunan ekonomi khususnya melalui jalur perbankan syariah dan ekosistem ekonomi syariah di Aceh,” kata TGB usai pertemuan.

Selain untuk menyampaikan perkembangan terkini BSI di Aceh, menurut TGB, kedatangan diri menemui Wali Nanggroe juga untuk meminta dukungan agar BSI bisa maksimal beroperasional di Aceh. “Wali Nanggroe sebagai pengayom seluruh rakyat Aceh adalah orang yang paling pas untuk kami datang meminta dukungan, restu dan bimbingan,” tambah TGB.

Terkait adanya keluhan masyarakat terhadap operasional mesin ATM dan layanan BSI di Aceh, TGB menjelaskan, secara operasional BSI resmi menuntaskan merger pada 1 November 2021. “Dalam rentang waktu hampir dua bulan ini memang masih ada keluhan-keluhan terkait dengan perangkat BSI seperti ATM, dan beberapa pelayanan. Tetapi kami pastikan bahwa setiap komplain dari masyarakat Aceh itu segera direspon,” kata TGB.

Saat ini tambah TGB, BSI di Aceh telah melakukan pembenahan-pembenahan untuk memperlancar operasional. “In Sya Allah dalam waktu tidak terlalu lama layanan BSI akan sesuai ekspetasi masyarakat, untuk bisa memberikan pelayanan terbaik.”

Menanggapi kunjungan pimpinan PT. BSI, Tbk menemui dirinya, Wali Nanggroe menyampaikan terimakasih kepada BSI yang selama ini telah bekerja maksimal untuk perkembangan ekonomi Aceh, meskipun dalam keadaan pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan ke depan BSI menjadi bank terbaik di Indonesia, dan menjadi barometer untuk dunia perbankan, untuk membangun perekonomian, khususnya di Aceh,” kata Wali Nanggroe.[](ril)

Baca juga: