BANDA ACEH – Dari 23 Kabupaten/Kota di Aceh, hanya Kota Banda Aceh yang realisasi vaksinasi masyarakatnya sudah mencapai 85,63 persen. Kondisi ini telah membuat Kota Banda Aceh dilaporkan banyak dikunjungi masyarakat dari luar Aceh.

Sementara Kota Sabang yang menjadi daerah tujuan destinasi wisata unggulan, jumlah persentase angka vaksinasi masyarakatnya baru 39,7 persen.

Begitu juga Aceh Tengah yang juga merupakan daerah destinasi wisata favorit di Aceh, angka vaksinasi masyarakat baru 43,7 persen.

Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, Sabtu, 13 November 2021, mengimbau kepada kabupaten/kota yang capaian vaksinasinya masih rendah agar berkunjung dan belajar ke Kota Banda Aceh terkait capaian vaksinasinya yang telah mencapai angka lebih dari 85 persen.

Untuk meningkatkan capaian vaksinasi, dalam beberapa bulan ini, Sekda Aceh, didampingi sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh terkait, telah melakukan sosialisasi manfaat vaksinasi.

“Angka vaksinasi memang mengalami kenaikan, tapi belum begitu signifikan. Ini disebabkan, karena jumlah kiriman vaksin dari Jakarta minggu lalu ke Aceh masih terbatas,” kata Taqwallah.

Taqwallah menjelaskan jumlah rata-rata per minggu, Aceh butuh 100 ribu dosis, namun yang dikirim hanya sekitar 50.000/minggu. Taqwallah memaklumi kondisi ini karena memang jumlah vaksin yang terbatas.

“Mulai minggu ini, pusat sudah mengirim dalam jumlah yang besar, yaitu sebanyak 200.280 dosis per minggu. Kita harapkan dengan ada tambahan dosis vaksin sebanyak 200.280 dosis per minggu, capaian vaksinasi di Aceh bisa naik lebih tinggi lagi dari kondisi sebelumnya,” ujar Taqwallah.

Pemerintah Aceh kembali menerima kiriman vaksin Covid-19 sebanyak 200.280 dosis dari pemerintah pusat, Kamis, 11 November 2021. Tambahan vaksin ini diharapkan dapat membantu upaya Pemerintah Aceh dalam upaya membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

“Dengan stok yang mencukupi, Insya Allah kekebalan kelompok bisa segera tercapai,” kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif, Sabtu (13/11).

Hanif menjelaskan dari total 23 kabupaten/kota akan ada empat daerah yang mendapat pasokan tambahan stok vaksin terbanyak. Yaitu Aceh Tamiang 13.000 dosis, Bireuen 10.000 dosis, Aceh Utara 10.000 dosis, dan Aceh Tenggara 10.000 dosis.

“Tambahan vaksin ke Aceh sebanyak 200.280 dosis didasari oleh penambahan jumlah orang yang divaksin di Aceh yang sangat tinggi. Untuk dosis I, tambahan jumlah orang yang divaksin hingga 11 November 2021 mencapai 13.581 orang, dosis II bertambah 8.481 orang dan dosis III bertambah 283 orang,” kata Hanif.

Dari tiga tingkatan dosis tersebut, jumlah vaksin yang telah dimanfaatkan dalam satu hari mencapai 22.345 dosis. Sementara pasokan tambahan dosis minggu sebelumnya hanya 50.000 dosis.

“Tambahan stok vaksin minggu lalu sebanyak 50.000 dosis telah habis dipakai dalam waktu tiga hari, karena itu pemerintah pusat kembali mengirim 200.280 vaksin ke Aceh,” kata Hanif.

Hanif menyampaikan saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, vaksin langsung distribusikan ke daerah untuk menambah stok vaksin yang sudah menipis dan habis.

“Jumat siang kemarin, vaksin sudah tiba di masing-masing daerah, sehingga bila pihak Polsek, Danramil, Puskesmas, Dinkes Kabupaten/Kota, yang ingin melaksanakan vaksinasi kembali kepada masyarakatnya sudah bisa dilaksanakan,” tutur Hanif.

Hingga saat ini, Badan Kesehatan Dunia WHO menegaskan pandemi Covid-19 belum berakhir. Oleh karena itu, jika persentase vaksinasi masyarakat di suatu daerah masih di bawah ambang batas aman, yaitu pada angka 85-95 persen dari jumlah penduduknya, maka daerah tersebut dapat dikategorikan sebagai endemi Covid-19.

Sementara itu, untuk daerah dengan persentase vaksinasi mencapai 85-95 persen, maka daerah ini dapat dikatakan sebagai kawasan bebas pandemi dan endemi Covid-19.

Untuk meningkatkan capaian vaksinasi di gampong-gampong (desa), selama ini Pemerintah Aceh bersama TNI, Polri dan intansi terkait lainnya gencar melaksanakan kegiatan vaksinasi massal setiap hari.

Hingga saat ini, jumlah masyarakat Aceh yang sudah divaksin sebesar 33,9 persen dari total jumlah penduduk. Angka ini tentu masih jauh di dari ambang batas aman yang disarankan, yaitu di kisaran 85-95 persen.[](Irm)