BANDA ACEH – Kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menyelimuti wilayah Kabupaten Bener Meriah. Bahkan, menyebabkan pembatalan aktivitas penerbangan di Bandara Rembele.

Plt. Kepala Subseksi Teknik, Operasi, Keamanan, dan Pelayanan Darurat UPBU Rembele, Iwan Mulya, mengatakan penerbangan di bandara tersebut masih mengalami kendala seperti Senin (23/9). Yaitu  masalah jarak pandang yang terganggu akibat kabut asap.

“Masih dengan masalah yang sama terkait jarak pandang. Walau pun jarak pandang kemarin hanya 800 meter, tadi pagi jarak pandang sudah 1.500 meter,” kata Iwan di Bener Meriah, Selasa, 24 September 2019.

Menurut Iwan, jarak pandang 1.500 meter tersebut tetap belum tergolong ideal untuk penerbangan bagi bandara non-instrumen seperti Rembele tersebut.

Iwan menyebutkan, akibat pembatalan penerbangan tersebut, sebanyak 69 calon penumpang dari Bandara Rembele dan tujuan Rembele gagal berangkat.

“Jadi, ada 31 calon penumpang dari Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, menuju Rembele, dan ada 38 calon penumpang dari Rembele menuju Kualanamu,” kata Iwan.

Sebelumnya, pembatalan penerbangan di Bandara Rembele juga terjadi Senin lantaran kabut asap kiriman dari Karhutla di beberapa provinsi di Sumatera yang  dampaknya sampai ke wilayah dataran tinggi Gayo tersebut.

Reporter: Khalis Surry.[]Sumber: antaranews.com