TAKENGON – Sekretaris Jendral Mejelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila (PP) Teuku Muhammad Nurlif, SE, meminta agar kader PP Aceh Tengah dan kader di seluruh Aceh, untuk bersatu menghadapi pilkada Aceh 2017 mendatang meski berbeda pilihan.

“Jangan gara-gara pemilu sesama kader ribut. Ini sikap tak terpuji,” ujar Teuku Muhammad Nurlif ditemui portalsatu.com usai pelantikan pengurus PP Aceh Tengah di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Senin 1 Februari 2016.

Kendati demikian kata Nurlif, pihaknya sepakat untuk mendukung dan memenangkan jika cagub/cawagub muncul dari kader PP itu sendiri.

Disinggung mengenai adanya calon gubernur/wakil gubernur dari kader PP untuk maju di pilkada aceh 2017 mendatang, ia mengaku belum mengetahui.

“Itu saya belum tahu,” kata Teuku Muhammad Nurlif.

Namun demikian, ia juga meminta agar partai politik (parpol) dan peserta pilkada Aceh 2017, diminta untuk memberikan pendidikan politik sehat kepada kader partai masing-masing dan masyarakat luas, hingga perpecahan dapat ditekan.

” Kewajiban parpol dan kader memberi pendidikan politik sehat, dan tugas pemilih pemula serta masyarakata awam menjaga ketentraman bermasyarakat, tidak rusuh sana-sini,” katanya.

Menanggapi adanya pinangan Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, MM untuk mendampingi salah satu kandidat Cawagub Aceh di pilkada 2017 mendatang, Teuku Muhammad Nurlif mengapresiasi langkah tersebut.

Kendati katanya, penentu akhir tetap berada di tangan rakyat untuk menilai siapa yang layak memimpin mereka.

“Siapa saja dan dari wilayah mana saja boleh maju, baik sebagai cagub Aceh atau wakilnya, tapi rakyatlah yang akan menilainya. Maka sekali lagi saya tegaskan, berilah pendidikan politik yang positif untuk rakyat,” sebut salah seorang tokoh nasional ini.[](tyb)