Kamis, Juli 25, 2024

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...

Hendry Ch Bangun Tanggapi...

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun menegaskan,...

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...
BerandaNewsKadin Inggris Paparkan...

Kadin Inggris Paparkan Indeks Kepercayaan Bisnis 2015

JAKARTA – Kepala Kadin Inggris (BritCham), Adrian Short mengumumkan hasil survei Business Confidence Index (Indeks Kepercayaan Bisnis) 2015 kepada perwakilan BKPM, Duta Besar Inggris dan Swiss, para Ketua Kadin Eropa, serta 80 CEOs/Petinggi perusahaan yang mewakili investor Eropa dan telah berdomisili di Indonesia dalam melaksanakan kegiatan usaha, Rabu, 3 Februari 2016.

Dalam pembukaannya, Duta Besar Inggris HMA Moazzam Malik mengacu pada era baru yang menciptakan kolaborasi produktif antara Chambers Eropa dan rekan – rekan mereka di Indonesia. Moazzam juga mendukung untuk mempercepat pembicaraan UNI Eropa-CEPA yang akan membuka jalan bagi pertumbuhan eksponensial dalam perdagangan antara Eropa dan Indonesia.

Saat mempresentasikan hasil BCI 2015, Adrian Short menyatakan alasannya mengapa kita tidak perlu heran bahwa indeks telah menurun cukup signifikan dibandingkan dengan hasil survei tahun lalu ketika semua pelaku usaha sangat aspiratif setelah pemilu dan memiliki pemimpin baru, Presiden Jokowi.

“Hasil BCI 2014 sangat positif karena alasan yang kuat dan cukup jelas. Tahun ini kami melaporkan bahwa indeks telah menurun signifikan. Tapi, seperti yang kita analisa, penurunan ini berkaitan erat dengan situasi global dan indikator makro-ekonomi yang berlaku. Dunia usaha dapat dikatakan mengalami stagnansi; China mengalami penurunan besar; harga sumber daya alam telah jatuh; pertumbuhan PDB Indonesia terus tergelincir; ada tekanan pada inflasi domestik dan kepercayaan konsumen menjadi tantangan besar – tentu saja keyakinan untuk melakukan bisnis telah turun dari titik tertinggi pada tahun 2014! Akan tetapi, BCI 2015 juga menjelaskan indikator positif dari hasil survei. Pengusaha Eropa dan Inggris tetap optimis dan menyatakan harapannya untuk 2016, yaitu: 66% dari pengusaha mengharapkan untuk melihat peningkatan pendapatan pada tahun 2016; 51% dari bisnis mengharapkan eskalasi keuntungan; 46% dari perusahaan besar juga memiliki keinginan tinggi untuk investasi di Indonesia dalam dua tahun ke depan dan ini sangat berpotensi untuk penciptaan lapangan kerja baru. Bahkan, hanya 16% dari para pebisnis yang memiliki outlook negative untuk 2016,” kata Adrian.

Temuan BCI 2015 mengenai isu – isu penting dalam kegiatan usaha mencakup keprihatinan atas kurangnya tenaga kerja terampil, infrastruktur yang buruk, korupsi, stabilitas politik dan sosial telah mereda antara 14 dan 21 persen. 

“Para pelaku usaha tentu menyambut baik perbaikan fisik yang sangat dibutuhkan untuk infrastruktur dan ketersediaan tenaga kerja terampil,” tutur Short. “Namun, tiga isu dari hasil survei tahun lalu tetap menjadi tantangan terbesar bagi para pelaku usaha/investor – birokrasi, kebijakan, dan regulasi. Dibutuhkan pelaksanaan yang fokus dan terkoordinasi dari berbagai instansi terkait khususnya perihal peraturan baru yang telah ditetapkan maupun kebijakan yang telah berlaku sehingga mampu memberikan kemudahan bagi investor dan pelaku usaha untuk melaksanakan bisnis di Indonesia. Hal ini akan mendukung posisi Indonesia untuk berkompetisi dengan negara tetangga dalam menghadapi MEA.”

Ulf Backlund, Ketua EuroCham menyimpulkan temuan survei dengan mengatakan bahwa harus ada banyak faktor yang mendukung dunia usaha secara berkelanjutan, terutama dengan minat pengusaha Eropa untuk berinvestasi lebih lanjut di 2016. Tapi, itu berarti ada juga beberapa pelaku usaha yang perlu diyakinkan oleh bukti aktual, bahwa iklim investasi mendukung dan regulasi tidak mempersulit untuk berinvestasi lebih lanjut. “Sebagai Chambers, kami menyambut semua kesempatan untuk bekerja dengan instansi dan pemangku kepentingan untuk lebih meningkatkan daya Tarik Indonesia,” tambah Bakclund. 

Dalam siaran pers yang diterima portalsatu.com, Kamis, 4 Februari 2016, Kamar Dagang Inggris dan Eropa (Belanda, Jerman, dan Perancis) dengan optimis menyatakan bahwa 27% responden berencana untuk berinvestasi lebih lanjut di luar Pulau Jawa, 2 area utama yang diminati adalah Sumatera dan Sulawesi.

Direktur Eksekutif BritCham Chris Wren menuturkan, “secara keseluruhan, eskalasi dari beberapa indikator merupakan kabar baik dan positif untuk mempromosikan peluang investasi dari seluruh wilayah Indonesia,” katanya.[]
 

Baca juga: