SUBULUSSALAM – Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam, Munawaroh, S.Si, Apt, M.Kes membuka kegiatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) di Yayasan Rumah Kita, Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Selasa, 14 Juni 2022.
Munawaroh berharap pertemuan kader UKBM tingkat Kota Subulussalam, dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di desa-desa, termasuk pos kesehatan pesantren (poskestren), agar terciptanya lingkungan yang sehat dan bersih.
Kegiatan ini diikuti puluhan bidan desa, ketua PKK desa, ibu perwiritan dan kader posyandu. Secara khusus, Munawaroh berpesan kepada bidan desa agar selalu stanby di desa untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Munawaroh berharap kepada peserta agar serius mengikuti kegiatan UKBM sehingga nantinya ilmu yang didapat bisa diimplementasikan dan programnya bisa terlaksana dengan baik di kecamatan dan desa masing-masing.
“Setelah mengikuti kegiatan ini jika programnya belum jalan, ke depan bisa terlaksana dengan baik, misalnya poskestren, bisa ditingkatkan pelayanan kesehatannya,” kata Munawaroh.

Kasie Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Subulussalam, Rofiana, SKM sebagai narasumber dalam kegiatan itu menyampaikan sasaran dan tujuan terbentuknya UKBM untuk meningkatkan pelayanan kesehatan balita, ibu hamil, lansia, anak remaja, pasangan usia subur.
Kader UKBM juga berperan meningkatkan kesadaran ibu untuk membawa anaknya ke puskesmas, posyandu atau fasilutas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan imunisasi, agar capaian imunisasi ini bisa lebih meningkat.
Rofiana juga menyampaikan perkembangan UKBM di Kota Subulussalam seperti posyandu balita 117 pos, posbindu 82 pos, posyandu lansia 98, poskestren 17 pos, kelompok BKB, posyandu remaja, desa STBM, pos TB desa, RGK 9, pos KB desa dan pos UKK. Termasuk memaparkan tingkat perkembangan UKBM saat ini, mulai tingkat pratama, madya, purnama dan mandiri.
Dalam kesempatan itu, Rofiana juga menjelaskan poskestren yang tidak jauh beda dengan pos obat desa. Hanya saja, poskestren khusus bagi santri atau masyarakat yang tinggal di sekitar pesantren untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara prima.

Sedangkan Rosmiani narasumber kegiatan UKBM, menyampaikan upaya mencegah penyakit stroke dapat dilakukan dengan latihan gerakan senam anti stroke dapat dilakukan setiap hari. Rosmiani juga mempraktekan gerakan anti stroke dengan menampilakn video yang dapat diikuti puluhan peserta UKBM.[]



