BLANGKEJEREN – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Gayo Lues, Hasanuddin, S.STP., M.Si., mengatakan program poligami atau satu laki-laki memiliki lebih satu istri belum cocok diterapkan di kabupaten ini, meskipun beberapa orang sudah melakukannya.

Meurut Hasanuddin, penduduk Gayo Lues saat ini berjumlah 101.540 jiwa: laki-laki 51.097 orang dan wanita 50.443 orang berdasarkan data periode semester II tahun 2020 dikeluarkan 25 Januari 2021.

“Tidak cocok program poligami di Gayo Lues, karena jumlah laki-laki lebih banyak sedikit daripada jumlah perempuan. Kalau memang jumlah perempuan lebih banyak, sah-sah saja laki-laki melakukan poligami,” kata Hasanuddin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 27 Mei 2021.

Kadis Dukcapil merincikan, penduduk di Kecamatan Blangkejeren 31.347 jiwa: laki-laki 15.720, perempuan 15.627; Kecamatan Kutapanjang 9.783 jiwa: laki-laki 4.886 orang dan perempuan 4.897 orang; Kecamatan Rikit Gaib 4.718 jiwa: laki-laki 2.301 orang perempuan 2.417 orang; Kecamatan Trangun 9.695 jiwa: laki-laki 4.890 orang, perempuan 4.805.

Jumlah penduduk di Kecamatan Pining 5.247 jiwa: laki-laki 2.674 orang, perempuan 2.573 orang; Kecamatan Blangpegayon 6.656 jiwa: laki-laki 3.374 orang, perempuan 3.282 jiwa; Kecamatan Putri Betung 9.344 jiwa: laki-laki 4.742, perempuan 4.602; Kecamatan Dabun Gelang 6.871 jiwa: laki-laki 3.412 orang, perempuan 3.459 orang; Kecamatan Blangjerango 7.566 jiwa: laki-laki 3.806, perempuan 3.760; Kecamatan Tripe Jaya 5.861 jiwa: laki-laki 2.979 orang, perempuan 2.882 orang; Kecamatan Pantan Cuaca 4.452 jiwa: laki-laki 2.313 orang, dan perempuan 2.139 orang.

“Kalau jumlah perempuan lebih banyak sedikit saja daripada jumlah perempuan, itu bagi yang sanggup sudah bisa poligami. Tapi kalau jumlah laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan, poligami tidak bisa,” ujar Hasanudiin.

Kabid PIAK dan Pemanfaatan Data Dinas Dukcapil Gayo Lues, Muhammad Syafii, M.Si., mengatakan karena jumlah laki-laki lebih banyak daripada perempuan di Gayo Lues, biaya yang dikeluarkan laki-laki untuk menikahi perempuan cukup besar.

“Jumlah mahar juga sangat dipengaruhi oleh jumlah laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Coba saja ketika jumlah perempuan lebih banyak dibandingkan perempuan, otomatis biaya mahar atau biaya perkawinan di Gayo Lues tidak sebesar yang sekarang ini,” katanya.[]