MEUREUDU – Program Mendayahkan Sekolah (MDS) di dunia pendidikan khususnya sekolah umum baik Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama ( SMP) yang di cetus Tastafi Pijay mendapatkankan respon yang sangat positif bahkan bagaikan gayung bersambut dari pihak Dinas Pendidikan Pidie Jaya.

“Program ini telah lama kami nantikan untuk direalisasikan, kami akan memfokuskan di tingkat dasar dan menengah (SD dan SMP) dulu dan di rencanakan juga untuk diperbupkan program ini,” kata Helmi Abu Bakar El-Langkawi, mengutip pernyataan kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya, Saiful Rasyid, M. Pd, saat menerima tim perumus MDS Tastafi Pijay di ruang kerjanya, Selasa, 7/2/2017.

Dalam pertemuan itu disebutkan, mereka akan memfokuskan MDS di tingkat dasar sebagai basic untuk generasi penerus, apabila penguatan keagamaan di tingkat dasar sudah kuat tentunya kedepan akan lebih mudah dalam pembinaannya.

“Kelapa dinas pendidikan tidak memfokuskan di tingkat Aliyah karena ini sudah menjadi wewenang pihak propinsi, fokus pembinanan program ini di tingkat SD dan SMP, kalau di tingkat dasar sudah kita bina generasi, kedepan akan mudah di bimbing dan dibina terhadap mereka,” kata Helmi.

Terhadap kurikulum dan tenaga pengajar, katanya, disdik mengharapkan lulusan dayah yang sudah sarjana terlebih di IAI Al-Aziziyah sudah banyak melahirkan sarjana yang kuat pemahaman ilmu agamanya, tentu saja seperti ini tenaga pengajar yang diwacanakan untuk direkrut adanya integrasi dayah dan akademisi.

“Kata kadisdik Pijay, alasan tenaga yang akan kita rekrut mereka yang basic dayah dan sarjana, pengalaman di daerah lain di mana tenaga pengajar tidak memahami dalam pedagogiknya, sehingga program ini bermasalah dan tidak terlaksana seperti yang diharapkan,” katanya.

Helmi menyebutkan, disdik Pijay mengharapkan, setelah dirumuskan dan lahirnya buku ajar dengan kurikulum yang telah dimusyawarahkan dengan pihak Tastafi dan dinas pendidikan sehingga lahirnya sebuh karya guru dayah dalam bentuk buku yang di jadikan kurikulum.

“Kamipun sangat mengharapkan para guru dayah mampu melahirkan buku sebagai buku ajar yang digunakan untuk kurikulum bahkan nanti akan kita bedah dan promosikan untuk jenjang propinsi bahkan nasional,” tuturnya.[]