BerandaKagura! Lhokseumawe Belum Lelang Proyek 2016, Aceh Utara 20 Paket

Kagura! Lhokseumawe Belum Lelang Proyek 2016, Aceh Utara 20 Paket

Populer

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe hingga kini belum melelang satu pun paket pengadaan/proyek sumber dana APBK 2016. Sementara Pemerintah Aceh Utara sudah memulai proses pelelangan.

Berdasarkan catatan portalsatu.com, APBK Lhokseumawe tahun 2016 senilai Rp1,296 triliun telah disahkan oleh DPRK pada 30 November 2015. Akan tetapi sampai hari ini belum satu pun paket proyek 2016, baik pekerjaan konstruksi, pengadaan barang maupun jasa konsultasi badan usaha yang dilelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Lhokseumawe.

Pengalaman tahun lalu, Pemko Lhokseumawe melelang paket pengadaan jasa konsultasi badan usaha pada 31 Maret 2015. Sedangkan paket pekerjaan konstruksi belum dilelang hingga penghujung Mei 2015. (Baca: Proyek Fisik Belum Dilelang, Pembangunan Lhokseumawe Stagnan)

Apakah Lhokseumawe akan terperosok dalam lubang yang sama?

Sekretaris Kota Lhokseumawe Dasni Yuzar dihubungi portalsatu.com lewat telpon seluler, Jumat, 11 Maret 2016, membenarkan hingga kini belum dimulai pelelangan proyek-proyek sumber dana tahun 2016.

“DED (detail engineering design/produk dari konsultan perencanaan) di dinas-dinas sudah siap dari bulan dua belas kemarin (Desember 2015), syarat-syarat lainnya juga sudah disiapkan. Tapi dokumen itu belum berani diserahkan ke ULP (Unit Layanan Pengadaan) untuk dimulai pelelangan, karena DAK dan Otsus 2016 belum kita terima,” ujar Dasni.

Sekda menyebut dana alokasi khusus (DAK) jatah tahun ini Rp130 miliar lebih belum ditransfer oleh Pemerintah Pusat ke kas Pemko Lhokseumawe. “DAK 130 miliar lebih itu dari berbagai komponen. Ada untuk jalan, kesehatan, pertanian, dan bidang lainnya,” kata Dasni.

Menurut Dasni, Pemko Lhokseumawe juga belum menerima dana otonomi khusus (Otsus) 2016 dari Pemerintah Aceh Rp78 miliar. “Sama seperti tahun lalu, jatah Otsus untuk Lhokseumawe tahun ini 78 miliar,” ujarnya.

“Jadi, intinya kita sudah siap (untuk melaksanakan lelang), tapi DAK dan Otsus belum masuk, tinggal menunggu saja. Mungkin paling cepat April nanti sudah bisa dimulai pelelangan. Mudah-mudahan tidak terulang seperti tahun lalu, bisa riskan,” kata Dasni lagi.

Aceh Utara

Sementara itu, APBK Aceh Utara 2016 senilai Rp2,385 triliun lebih disahkan oleh DPRK, 17 Desember 2015. Dari total APBK itu, dilaporkan harus dipangkas mencapai Rp110 miliar lantaran terjadi pengurangan pendapatan yang diterima Pemerintah Aceh Utara. (Baca: Nyan! Anggaran Aceh Utara 2016 Harus Dipangkas Capai 110 Miliar)

Pemerintah Aceh Utara kini sudah memulai proses pelelangan sejumlah proyek 2016. Pantauan portalsatu.com, 20 paket pengadaan telah dilelang oleh ULP melalui LPSE Aceh Utara. Paket pengadaan jasa konsultasi badan usaha dilelang sejak 15 Januari, sedangkan pekerjaan konstruksi pada awal Februari 2016 lalu. Dari 20 paket yang dilelang, sebagian sudah selesai.[] (idg)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya