SIGLI – Puluhan geuchik dan imum mukim di Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie mengikuti sosialisasi pembentukan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TPAD) di Aula Kantor Camat setempat, Kamis, 1 September 2016.
Kejaksaan Negeri Sigli, Efendi, SH, MH pada kegiatan sosialisasi tersebut mengajak seluruh komponen masyarakat termasuk aparatur gampông dalam menjalankan program pembangunan benar-benar mengacu kepada aturan. Hal itu perlu dilakukan agar terhindar dari persoalan pelanggaran hukum terutama masalah penyewengan atau penyalahgunaan anggaran pembangunan gampông.
Pembentukan TP4D, menurut Kajari bertujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi di instansi pemerintah, perlu didukung dan dilaksanakan secara terencana dan sungguh sungguh, agar upaya pencegahan dapat berlangsung efektif dan optimal.
Pemerintah menganggarkan ratusan juta anggaran pembangunan gampông. Tentunya perlu tim pengawasan sehingga anggaran itu tepat sasaran serta tepat sasaran, kata Afendi dalam sosialisasi.
Dia mengingatkan para geuchik agar mempergunakan anggaran pemerintah untuk pembangunan gampông demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Anggaran itu tidak boleh digunakan jika tidak sesuai aturan.
Dari 100 persen anggaran, 70 persen diperuntukkan pembangunan fisik, 30 persen digunakan untuk operasional. Jadi itu harus benar benar jadi pedoman agar tidak bermasalah dengan hukum, katanya.
Geuchik Sanggue, Jafariz, dalam kesempatan itu menanyakan apakah perjalanan perangkat gampông ke luar daerah menyalahi aturan. Pasalnya, pihaknya berencana berangkat ke Bandung untuk pelatihan dan studi banding.
Kami tidak mau bermasalah, kalau nantinya saat pulang bermasalah dengan hukum karena menggunakan uang tidak sesuai aturan, kata Jafariz.
Di dalam forum yang juga dihadiri Camat Pidie, Jafaruddin beserta unsur Muspika, Efendi menjelaskan, jika penggunaan sesuai aturan tidak masalah. Akan tetapi jika nantinya ditemukan pengunaan dana untuk berangkat ke luar daerah melanggar aturan, maka akan bermasalah.
Coba dilihat dulu berapa dana digunakan berangkat ke luar daerah, sejauh mana manfaat berangkat ke sana jika dibandingkan kebutuhan lain di gampông. Jika besar pengeluaran jika dibandingkan manfaat lebih baik dipertimbangkan dulu baik baik, saran Kajari.[](ihn)




