W-Bridge Project, sebuah kerjasama antara Wasefa University, Japan International Forestry Promotion and Coope­ration Center (JIFPRO), dan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kalimantan Selatan berhasil menyulap padang tandus menjadi hutan kemasyarakatan berbasis agroforestri.

Pada 2012 kawasan hutan lindung Gunung Langkaras di Desa Tebing Siring Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel, itu merupakan padang ilalang tandus yang hampir setiap tahun terbakar. Melalui bantuan Pusat Perhutanan Sosial dan Agroforestri (Puspersaf) Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat, kawasan tersebut diubah menjadi hutan produktif berbasis agroforestri.

Perubahan luar biasa tidak terlepas dari semangat masyarakat sekitar Desa Tebing Siring. Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KT Hkm) Ingin Maju mengelola kawasan itu menjadi hutan yang produktif.

“Beberapa fase sudah dilakukan tim ULM dan Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KT Hkm) Ingin Maju untuk mengubah padang ilalang ini menjadi hutan produktif. Hingga 2017 sudah dilakukan empat fase kegiatan,” ujar Koordinator Tim ULM, Mahrus Aryadi, belum lama ini.

Di antaranya, lanjut dia, membangun hutan produktif seluas 180 hektare dengan rincian 68 hektare untuk tanaman pokok karet okulasi, 50 hektare tanaman pakan lebah, 25 hektare tanaman beringin, 25 hektare pokok karet seedling, 3 hektare tanaman pakan ternak dan kolam ikan, serta 9 hektare tanaman jengkol.

Hutan produktif itu dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Tebing Tinggi. Contohnya Ketua KT HKm Ingin Maju, Gajali Rahman. Dia dulu pencari emas. Sekarang ia berprofesi sebagai petani kebun.

“Anggota KT HKm Ingin Maju yang pada 2012 cuma 25 orang, pada 2015 (fase III) bertambah menjadi 45 orang,” jelas Gajali.

Saat ini KT Hkm Ingin Maju telah memiliki akta notaris dan IUP HKm yang diserahkan secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, beberapa waktu lalu.

Tim ULM senantiasa mendampingi penguatan kelembagaan, sedangkan W-Bridge Project bertindak sebagai peneliti dan penyokong dana penguatan kelompok.[]Sumber:mediaindonesia