BANDA ACEH – Sekelompok mahasiswa asal negeri jiran, Melayu Patani yang kini masuk ke wilayah Thailand bagian Selatan, menginginkan negeri mereka, Patani, dikenal oleh negeri lain, seperti Aceh.
Hal itu mereka sampaikan saat mengunjungi kantor redaksi portalsatu.com di Banda Aceh untuk berdiskusi tentang budaya dan media, Senin, 13 Maret 2017.
Mereka berjumlah enam orang itu dibawa ke redaksi portalsatu.com oleh pengurus ACSTF (Aceh Civil Society Task Force), Hermanto dan kawan-kawan. ACSTF merupakan sebuah lembaga di Aceh yang berkiprah di beberapa negara.
Keenam mahasiswa Patani ini tengah magang di lembaga yang punya pengalaman antarbangsa, ACSTF, dan lainnya.
Mereka berdiskusi tentang budaya karena Aceh dan Patani punya kedekatan budaya yang terhubung dengan Kesultanan Samudra Pasai, dan satu agama.
“Kami ingin Patani dikenal seperti Aceh. Kalau kemana-mana, begitu kita sebut Aceh, orang langsung ingat, baik itu perang, tsunami dan lainnya. Namun kalau kita sebut Patani, orang akan bertanya lagi, dan kita harus menyebut Thailand baru orang tahu, kami ingin orang-orang tahu tentang keberadaan bangsa kami,” kata Ismail, salah seorang mahasiswa asal Patani tersebut.
Para mahasiswa ini juga berbicara tentang perkembangan media di Aceh. Mereka ingin negeri mereka, Patani bisa diperkenalkan kepada masyarakat Aceh. Karena, Aceh dan Patani bersaudara.
Sebagaimana diketahui, selain di ACSTF, mahasiswa Prince of Songkla University itu juga memilih tempat magang di Balai Syura Ureung Inong Aceh dan di Flower.
ACSTF, selain dipercayakan untuk tempat magang mahasiswa, juga ditunjuk oleh Prince of Songkla University sebagai penanggung jawab cooperative study mahasiswa tersebut.
Beberapa waktu lalu, ACSTF mengirimkan beberapa guru ke sejumlah wilayah di Patani.
Dalam kunjungannya kali ini, utusan negeri jiran Melayu Patani yang diantar pengurus ACSTF diterima oleh Ihan Nurdin, Boy Nasruddin Agus, dan Thayeb Loh Angen.[]




