BANDA ACEH – Pengamat Sosial dan Politik Aceh, Muslem Hamidi, S.I.P., mengapresiasi keberhasilan Gubernur Aceh terpilih, Muzakir Manaf atau Mualem, membangun hubungan dengan pemerintah Thailand.
“Ini suatu terobosan yang sangat positif untuk kemajuan Aceh ke depan,” kata Muslem Hamidi dalam keterangannya, Sabtu, 21 Desember 2024.
Muslem Hamidi menyebut Mualem telah menunjukkan kualitas kepemimpinannya tidak hanya di tingkat lokal, tapi juga di tingkat global. “Kita sebagai rakyat Aceh tentu bisa berbangga hati karena Mualem sebagai tokoh pemimpin di Aceh menunjukkan bagaimana beliau punya hubungan yang cukup baik dengan berbagai pihak, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri,” ujarnya.
Menurut Muslem, kalau dilihat dari semangat kepemimpinan yang dibangun oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang punya hubungan baik dengan beberapa pemimpin negara di dunia, “Kita menilai bahwa Mualem adalah salah satu pemimpin di daerah yang selaras dengan Presiden saat ini”.
“Semangat kepemimpinannya ini tentu akan mendapatkan nilai positif terutama bagi Presiden Prabowo yang cukup dekat dengan Mualem. Tentu Pak Prabowo juga akan melihat ini sebagai suatu hal yang cukup membanggakan bagi beliau,” tutur mantan Ketua BEM Universitas Malikussaleh itu.
Rakyat Aceh ke depan, lanjut Muslem, tentu mempunyai banyak harapan kepada Mualem yang terpilih sebagai Gubernur Aceh hasil Pilkada 2024. “Dan modal ini bisa menjadi salah satu jembatan dalam membawa kemajuan bagi Aceh ke depan,” ucapnya.
“Kita juga tahu bahwa Thailand merupakan salah satu negara di ASEAN yang memiliki keberhasilan sektor pertanian cukup bagus, dan Aceh juga punya potensi pertanian yang bisa dimanfaatkan. Sehingga sektor ini bisa menjadi langkah ke depan di bawah kepemimpinan Mualem untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Aceh sesuai dengan apa yang telah disampaikan dalam visi-misi beliau kemarin (saat Pilkada Aceh 2024),” tambah Muslem.
“Dan juga tentunya dalam rangka mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Kita bisa berharap dan menantikan semoga impian itu bisa segera terwujud di awal pemerintahan baru (setelah Mualem dilantik menjadi Gubernur Aceh) ke depan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Mualem menghadiri undangan dari Gedung Parlemen Kerajaan Thailand di Bangkok, Rabu (18/12). Dalam pertemuan yang diinisiasi Commission of Peace Process Thailand dipimpin Jaturon Chaisaeng itu, Mualem didampingi sejumlah tokoh.
Sehari sebelumnya, Mualem mengadakan pertemuan dengan para pengusaha Negeri Gajah Putih itu di Hotel Almeroz, Bangkok. Mualem pun mengundang para pengusaha Negeri Gajah Putih tersebut datang ke Aceh dan melihat berbagai peluang investasi.
“Kami mengundang tuan-tuan dan puan-puan semua untuk datang ke Aceh,” ucap Mualem.
Mualem menyebut sejumlah peluang investasi yang menjadi kebutuhan di Aceh di antaranya pembangunan kilang padi modern, pabrik minyak goreng, pengalengan ikan, pabrik pakan ternak, dan pabrik es balok untuk mendukung sektor perikanan.
Para pengusaha Thailand menyatakan ketertarikan mereka untuk berinvestasi di berbagai bidang. Beberapa sektor yang menjadi fokus mereka meliputi mineral seperti emas, perak, dan tembaga, serta minyak dan gas.
“Selain itu, produk unggulan seperti kopi juga menarik perhatian mereka,” ucap Mualem dalam keterangannya.[](ril)






