LHOKSEUMAWE – Sejumlah bendera Bulan Bintang berkibar saat kampanye akbar Partai Aceh (PA) di Lapangan Hiraq, Lhokseumawe, Minggu, 7 April 2019. 

Pantauan portalsatu.com, massa PA 'memerahkan' lokasi kampanye sejak pukul 14.30 WIB. Mereka datang menggunakan berbagai jenis mobil, termasuk mobil bak terbuka, becak motor, dan sepeda motor. Sebagian kaum ibu turut membawa anaknya yang masih kecil.

Di antara massa PA yang tampak cukup ramai itu, ada yang membawa bendera Bulan Bintang. Mereka mengibarkan bendera Bulan Bintang berbagai ukuran bersama bendera Partai Aceh. Selembar bendera Bulan Bintang berukuran besar sempat dikibarkan beberapa saat pada tiang bendera di tengah Lapangan Hiraq. Selain bendera Partai Aceh, bendera Bulan Bintang juga dikibarkan di atas panggung kampanye.

Kampanye itu mendapat pengawalan dari aparat kepolisian, dan Satgas PA. 

“Partai Aceh tetap harus kita pertahankan untuk menyejahterakan rakyat Aceh dengan perjuangan kita di parlemen. Tujuan kita (PA) untuk mengusung para calon anggota DPRK dan DPRA supaya dapat menguasai parlemen untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Aceh. Bahkan masih banyak hal yang belum selesai dengan pemerintah pusat hingga saat ini. Maka mari menangkan Partai Aceh untuk dapat diperjuangkan hak-hak kita sebagai rakyat Aceh,” kata M. Yasir, Ketua Komite Pemenangan Partai Aceh (KPPA) Kota Lhokseumawe, dalam orasinya saat kampanye akbar itu.

Yasir yang juga Ketua DPRK Lhokseumawe menambahkan, “Seperti bendera Bulan Bintang selalu dilakukan cooling down oleh pemerintah pusat. Masyarakat Aceh perlu bersama-sama memperjuangkan ini, tentu dengan cara memenangkan Partai Aceh supaya dapat bersuara di parlemen”. 

“Ini merupakan amanah dari para pendahulu kita, amanah perjuangan belum selesai, rakyat Aceh masih morat-marit, dan (implementasi semua butir) MoU Helsinki belum selesai di Aceh,” ungkap Yasir.

Petinggi PA Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, menyampaikan, PA akan terus memperjuangkan hak-hak Aceh yang belum direalisasikan pemerintah pusat. Untuk dapat memperjuangkan hak-hak Aceh, kata dia, PA tetap berupaya menguasai parlemen maupun posisi di pemerintahan daerah.

“Orang Aceh jangan mau dipermainkan pihak lain. Perlu kita ketahui bersama bahwa partai lokal yang berkat perjuangan Gerakan Aceh Merdeka, itulah Partai Aceh. Berkat perjuangan kita maka lahirlah partai lokal di Aceh,” ujar Suaidi.

Oleh karena itu, lanjut Suaidi, para calon anggota DPRK dan DPRA yang diusung PA itu untuk kepentingan perjuangan Aceh ke depan. “Khususnya di Kota Lhokseumawe, program yang sudah ada sekarang ini nantinya akan dapat dilanjutkan oleh para calon anggota DPRK tersebut. Untuk itu, masyarakat di Lhokseumawe mari bersama-sama menenangkan para caleg yang diusung PA pada Pemilu 17 April 2019,” ujar Suaidi.

Kampanye akbar itu dihadiri Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh ( DPA-PA) Muzakir Manaf akrab disapa Mualem, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Aceh, TA. Khalid, Ketua DPW-PA Kota Lhokseumawe, Husaini Pom, Ketua DPW-PA Aceh Utara, Muhammad Thaib, Panglima/Ketua KPA Wilayah Kuta Pase, Mukhtar Hanafiah alias Ableh Kandang, Ketua KPPA Provinsi Aceh, Tgk. Harun.

Selain itu, Sekretaris KPPA Kota Lhokseumawe, Halim Abe, Ketua Harian DPW-PA Aceh Utara, Tgk. Fauzan Hamzah, para calon anggota DPRK Lhokseumawe dan  DPRA Dapil 5 dari PA, serta sejumlah kader PA yang menjadi calon anggota DPR RI melalui partai nasional.[]