BANDA ACEH – Pemungutan suara Pilkada Aceh 2024 telah berlangsung pada Rabu, 27 November. Divisi Kawal Suara Badan Pemenangan Aceh H. Muzakir Manaf – H. Fadhlullah, S.E. (Mualem-Dek Fad) telah merekap semua C-Plano dan C-Salinan Hasil.
“Hasil akhir kita memberikan keunggulan bagi pasangan nomor urut 02 meraih 53,22 persen suara, sementara pasangan nomor urut 01 memperoleh 46,78 persen,” kata Ketua Divisi Kawal Suara Badan Pemenangan Aceh (BPA) Mualem-Dek Fad, Juanda Djamal, dalam keterangannya, Jumat, 29 November 2024.
Meski demikian, Juanda menegaskan hasil ini bersifat sementara dan masih menunggu tahapan pleno rekapitulasi tingkat kecamatan yang masih berlangsung saat ini. Selanjutnya pleno rekapitulasi hasil tingkat kabupaten/kota dan terakhir di tingkat Aceh.
Namun, ia juga menyampaikan keunggulan ini adalah tanda positif menuju kemenangan pasangan Mualem-Dek Fad yang menunggu penetapan resmi dalam rekapitulasi suara tingkat Aceh oleh KIP Aceh.
Tidak hanya menyampaikan hasil, Juanda juga meminta kepada seluruh Divisi Kawal Suara ditingkat Badan Pemenangan Wilayah Kabupaten/Kota hingga tingkat kecamatan. “Jangan lengah! Kita harus menjaga suara rakyat hingga hasil resmi diumumkan,” ujarnya.
Juanda Djamal mengucapkan terima kasih kepada seluruh divisi kawal suara di seluruh Aceh, koordinator gampong, saksi TPS, satgas dan seluruh masyarakat yang berinisiatif untuk mengawal suara Mualem-Dek Fad. “Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi”.
“Atas nama BPA Mualem-Dek Fad khususnya Divisi Kawal Suara sangat mengapresiasi segala pengorbanan tim semuanya. Kami menyadari kesungguhan rekan-rekan dalam mengawasi dan mengumpulkan dokumen C-Hasil Salinan, bukan hanya diperkotaan, namun juga di pedesaan yang jauh dari akses IT. Namun karena militansi saudara-saudara semua dokumen dapat kami terima dan input sehingga menegaskan keunggulan dan kemenangan Mualem-Dek Fad sebagai pemimpin Aceh di masa depan,” ujar Juanda.
“Kita masih harus mengawal di pleno kecamatan dan kabupaten/kota. Kita juga ingin memberitahukan pada pihak manapun agar tidak menyalahgunakan tupoksinya untuk mengubah suara yang sudah ditetapkan oleh rakyat dalam memilih pemimpinnya untuk masa 2024-2029,” ungkap Juanda.
Ia meminta para pendukung untuk tetap menjaga ketenangan dan situasi yang kondusif, serta tidak terprovokasi dengan isu apapun yang dapat merugikan pihaknya.
“Kita sudah membuktikan demokratisnya Pilkada 2024 Aceh, dan menjawab segala kekhawatiran dengan suasana yang damai dan demokratis,” ucap Juanda Djamal.[](rilis)





