ACEH BARAT – Kapal nelayan Iran sempat terombang-ambing di laut lepas karena mengalami kerusakan sebelum terdampar ke perairan Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, sejak Senin, 29 Januari 2020.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Meulaboh, Azhar, via Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi, Adi Hari Pianto, mengatakan informasi mengenai kapal tersebut didapat pada Senin sore.
Kapal tersebut terdampar di perairan Meulaboh dikarenakan pompa oli tidak berfungsi,” jelas Adi kepada portalsatu.com/, Rabu, 29 Januari 2020.
Adi melanjutkan, mesin kapal tersebut mati di perairan Maldives pada koordinat 04° 26' 616 N 064° 22' 488 E. Kapal terombang-ambing dibawa angin sampai ke perairan Aceh dengan jarak kurang lebih 15 mil laut dari daratan.
“Sekarang lagi menunggu perbaikan mesin,” imbuh Adi.
Kapal tanpa muatan tersebut membawa 14 orang Anak Buah Kapal (ABK) yang kini diinapkan di tempat khusus di dalam pengawasan otoritas terkait. Namun, kapal ini tidak memiliki bendera dan dokumen kenegaraan.
Pihak Imigrasi Meulaboh sudah menghubungi Kedutaan Besar Iran di Indonesia serta Komisioner Tinggi PBB untuk pengungsi mengenai hal ini. Petugas sempat kesulitan karena terkendala perbedaan bahasa.
“Para nelayan asing tersebut menggunakan bahasa Persia,” kata Adi.
Menurut Adi, kapal tersebut akan kembali berlayar jika kerusakannya telah diperbaiki. Tidak ada sanksi hukum dalam hal ini karena kapal tersebut murni terdampar.
“Kita tunggu perbaikan baru kita dorong lagi. Mereka maunya balik ke negaranya juga,” pungkasnya.[]




