SABANG – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr Soeharso 990 ikut serta meramaikan kegiatan Sail Sabang 2017 di Aceh. Kapal ini telah berlabuh di Dermaga Lanal CT1 Sabang, sejak Jumat, 1 Desember 2017 sekira pukul 08.30 WIB.
“Ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh TNI AL dalam mewujudkan kemanunggalan serta mewujudkan kepedulian TNI AL terhadap rakyat, khususnya masyarakat di daerah pesisir atau pantai serta pulau-pulau terluar,” kata Kepala Humas Operasi Bhakti TNI AL Surya Bhaskara Jaya, Mayor Laut Khusus Josdy Damopoli.
Selama event Sail Sabang, KRI dr Soeharso akan memberikan bantuan kemanusiaan secara gratis berupa pelayanan, pengobatan, dan penyuluhan kesehatan. Selain itu, warga yang datang akan ditangani langsung oleh dokter dari Angkatan Laut dan Universitas Indonesia.
“Operasi katarak, bibir sumbing, operasi mayor, serta beberapa operasi-operasi ringan yang tidak memakan waktu panjang atau ringan pelaksanaannya. Di Sail Sabang ini target pasien kita sebanyak-banyaknya,” katanya.
Dia mengatakan personil yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini berjumlah 335 orang, “yang juga terdiri dari beberapa dokter ahli.”
Sabang merupakan tempat keempat yang dikunjungi oleh kapal rumah sakit TNI AL ini. Sebelumnya mereka telah melakukan perjalanan ke Padang, Pulau Banyak, dan Simeulue.
Melansir wikipedia, KRI dr. Soeharso 990 sebelumnya bernama KRI Tanjung Dalpele (972). Kapal ini merupakan kapal jenis Bantu Rumah Sakit (BRS), yang awalnya berfungsi sebagai Bantu Angkut Personel (BAP) bernama KRI Tanjung Dalpele (972).
Perubahan fungsi kapal ini kemudian dikukuhkan oleh KASAL Laksamana TNI Slamet Soebijanto di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, pada 17 September 2008. Kapal ini dilengkapi dengan helipad yang mampu menampung dua heli jenis Super Puma. Selain itu, kapal tersebut juga diklasifikasikan sebagai kapal LPD (Landing Platform Dock).
KRI dr Soeharso merupakan produksi Daesun Shipbuilding and Eng.Co.Ltd, Pusan, Korea Selatan, yang diboyong ke Indonesia pada 21 September 2003. Sementara penamaan KRI dari Dalpele ke dr Soeharso disesuaikan dengan fungsi kapal yang kini menjadi kapal BRS.
Nama dr. Soeharso sendiri diambil dari nama seorang dokter orthopedi (dokter ahli bedah tulang), yakni Prof. dr. Soeharso, yang dianggap banyak berjasa menolong dan merehabilitasi pejuang yang mengalami cacat anggota gerak tangan dan kaki akibat peperangan selama masa kemerdekaan.[]



