Proses terjadinya hujan yang manusia ketahui ialah melalui penguapan air laut atau samudra. Seperti diketahui, air laut memiliki rasa yang asin.

Mengapa ketika turun air hujan tidak terasa asin, melainkan memiliki rasa yang tawar? Jawabannya karena hujan merupakan proses pemurnian air yang terjadi secara alami.

Buku Sains dalam Alquran yang ditulis Nadiah Thayyarah menuliskan, jika bukan karena rahmat dan anugerah Allah, tentu air hujan akan berubah menjadi asin. Bila sudah demikian, air hujan tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh manusia, hewan, dan binatang.

Allah menganugerahkan kepada manusia suatu proses yang alamiah. Anugerah tersebut adalah uap air yang bersumber dari air lautan, samudra, dan daratan, serta melalui proses fotosintesis dan pernapasan tetumbuhan.

Lalu, uap air itu naik dan menebal, kemudian turunlah air yang bersih. Hal-hal yang perlu diperhatikan ialah bahwa muncul zat asam walau terbentuk dalam ukuran yang kecil.

Rahmat Allah menakdirkan zat asam ini terbentuk dalam jumlah kecil dan tidak banyak serta tidak mengganggu kesehatan manusia. Sekiranya Allah menghendaki, tentu Allah bisa memperbanyak jumlahnya sehingga merusak kehidupan manusia.

Air hujan secara alamiah terasa tawar dan merupakan air yang paling bersih. Jauh sebelum manusia mengetahui fakta sains ini, Alquran yang diturunkan sejak sekira 14 abad lalu telah menyebutkan mengenai hal ini.

“Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?,” Surah Al-Waqi’ah Ayat 68-70.[] Sumber: okezone.com