BANDA ACEH – Kapolda Aceh Irjen Pol. Husein Hamidi meminta maaf atas insiden penembakan terhadap mobil simpatisan Partai Aceh (PA) yang membuat seorang wanita kena serpihan peluru saat digelar razia di depan Mapolres Lhokseumawe, Jumat, 12 Agustus 2016, malam.
“Kapolda Aceh sangat menyesalkan kejadian tersebut dan memohon maaf kepada seluruh warga dan pendukung PA, kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Goenawan dalam siaran pers diterima portalsatu.com, Sabtu, 13 Agustus 2016.
Menurut Goenawan, jauh hari lalu Kapolda Aceh sudah memerintahkan seluruh jajarannya untuk memberikan pelayanan dan perlindungan serta penegakan hukum dari berbagai peraturan perundang-undangan demi kepentingan politik PA itu sendiri dan masyarakat Aceh secara lebih luas.
“Bentuk pelayanan yang diperintahkan Kapolda Aceh adalah memberikan pengawalan kepada rombongan pendukung Cagub dan Cawagub dari PA, mulai dari titik start di kabupaten/kota masing-masing yang dikendalikan langsung oleh Kapolres/Kapolresta, dan sudah ditentukan titik masuk dan ke luar serta titik kumpulnya oleh Karo Ops Polda Aceh,” ujar Goenawan.
Goenawan menyebutkan, para Kapolres/Kapolresta juga melakukan razia terhadap rombongan pendukung Cagub-Cawagub PA guna mengantisipasi barang-barang terlarang supaya tidak lolos ke Banda Aceh. Di antaranya, senjata api, senjata tajam, bahan peledak dan narkoba.
Menurut Goenawan, di wilayah hukum Polres Lhokseumawe digelar razia, Jumat, 12 Agustus 2016, sekitar pukul 21.00 WIB. Dalam razia tersebut, kata dia, polisi berhasil menemukan satu paket sabu dan alat isab dalam sebuah mobil minibus B 1795 VFL yang membawa enam orang penumpang berinisial MF, MK, MH, MA, L, dan AJ. Semuanya warga Idi Rayek, Aceh Timur.
Selanjutnya, Polres Lhokseumawe meningkatkan razia tersebut. Namun ketika razia berlangsung di depan Mako Polres Lhokseumawe datang mobil jenis Xenia warna hitam BL 573 AF yang kemudian diketahui sopirnya bernama Muhammad (37 tahun), asal Idi Rayek, Aceh Timur. Yang bersangkutan tidak mau mengikuti petunjuk isyarat petugas polisi, bahkan menabrak blokade razia polisi, sehingga polisi saat itu melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun sopir kendaraan tersebut tetap melaju kencang ke arah Banda Aceh,” kata Goenawan.
Goenawan menjelaskan, setelah kejadian itu diketahui salah satu penumpang kena serpihan peluru pantulan yang diarahkan ke ban mobil, sehingga mengenai pinggul sebelah kanan korban. Kemudian Kapolsek Dewantara AKP Fitriadi dengan anggota Koramil 03/Dewantara mengantar korban bernama Melawati (22 tahun) ke Rumah Sakit PT. Arun di Desa Batuphat, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.
“Saat ini korban sudah mendapatkan perawatan. Kondisinya tidak mengkhawatirkan menurut keterangan dokter yang memeriksa,” ujar Goenawan.
Berdasarkan keterangan sopir mobil itu, Muhammad, kata Goenawan, dia menerobos blokade karena takut diperiksa dan tidak membawa STNK.
Sehubungan dengan kejadian tersebut, Goenawan melanjutkan, Kapolda Aceh telah mengambil langkah-langkah, yaitu memerintahkan Kapolres Lhokseumawe untuk memeriksa anggota yang melakukan penembakan dan menjatuhi sanksi sesuai peraturan yang berlaku jika terbukti tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur.
“Menanggung semua biaya perawatan korban di rumah sakit,” kata Goenawan.
Selain itu, kata Goenawan, jajaran Polda Aceh tetap memberikan pelayanan dan pengawalan bagi rombongan pendukung deklarasi Cagub-Cawagub PA pulang pergi.[] (idg)

