Kamis, Juli 25, 2024

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...

Hendry Ch Bangun Tanggapi...

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun menegaskan,...

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...
BerandaBerita LhokseumaweKapolres Lhokseumawe Ajak...

Kapolres Lhokseumawe Ajak Mahasiswa Baru PNL Jadi Polisi Untuk Diri Sendiri, dan Kuasai Digital

LHOKSEUMAWE – Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto, S.I.K., dan Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0103/Aut Mayor Jumiin, S.Sos., M.S.M., menjadi pemateri pada hari kedua Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKBM) di Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), Selasa, 30 Agustus 2022.

Kapolres Lhokseumawe Henki memaparkan materi terkait Keamanan dan Ketertiban Masyarakat. “Kamtibmas, kata aman mengandung banyak arti, aman dan bebas dari gangguan fisik dan psikis. Kamtibmas merupakan suatu kebutuhan yang tak lepas dari jalannya roda pembangunan nasional secara umum, dan khususnya masyarakat untuk menjaga keamanan individu dan lingkungan,” kata Henki yang pernah bertugas tujuh tahun di Makassar.

Di hadapan 1.400 lebih mahasiswa baru PNL, Henki berpesan agar mereka menjadi polisi bag diri sendiri. Hal ini karena tidak sebandingnya jumlah polisi dengan penduduk di Indonesia.

“Jadilah polisi untuk diri sendiri. Di Indonesia, seorang polisi melindungi 1.200 orang. Jadi, tugas polisi sangat berat,” kata lulusan Akpol tahun 2004 dan Sespimpen 2019 ini.

Henki juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi pada generasi milenial. “Generasi sekarang harus pada generasi milenial yang sangat menguasai digital,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kasdim 0103/Aut Mayor Jumiin, di hadapan mahasiswa baru PNL peserta PKKMB 2022 menyampaikan pentingnya bela negara dan wawasan kebangsaan.

“Karena Indonesia adalah negara yang besar, letaknya yang strategis, maka banyak negara lain yang ingin menguasai,” ujar perwira lulusan Secaba 1991 dan Secapa Reg TNI AD 2001 ini.

“Bela negara merupakan kewajiban warga negara,” ucap Jumiin.[](ril)

Baca juga: