BANDA ACEH – Kapolsek Syiah Kuala, AKP Asyhari, mengimbau warga yang tinggal di seputaran Krueng Alue Naga untuk lebih berhati-hati. Dia juga meminta agar warga terus memantau anak-anaknya yang suka bermain air.

Imbauan ini disampaikan Asyhari menyikapi kasus tenggelamnya Furqan, bocah delapan tahun, di Krueng Alue Naga, Rabu, 9 Agustus 2017. “Anak-anak itu belum punya pikiran sampai untuk safety dirinya sendiri, karena Alue Naga itu besar dan arus di bawahnya deras,” kata  AKP Asyhari.

Dia menceritakan kronologis kejadian yang menewaskan Furqan, anak dari pasangan Muhammad dan Nurjanah. Furqan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 18:20 WIB

AKP Asyhari kemudian menceritakan kronologis kejadian yang merenggut nyawa Furqan. Bocah ini dilaporkan tenggelam sekitar pukul 16.00 WIB dan ditemukan pada pukul 18.20 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi.

“Furqan bersama temannya bermain-main di boat buatannya sendiri di Krueng Aceh Alue Naga. Tadi sekitar pukul 16.10 WIB, si almarhum tiba-tiba melompat, kata temannya ingin mencari ikan. Setelah melompat kawannya terus mencari hingga ditemukan tidak bernyawa pada pukul 18.20 WIB oleh oleh tim SAR, Polsek Syiah Kuala, Koramil, dan warga setempat,” kata Asyhari.[] (*sar)