LHOKSEUMAWE – Dana kas Pemerintah Aceh Utara diisukan sedang kosong dalam beberapa pekan terakhir. Namun Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Aceh Utara menyatakan, “Tidak kosong total, tapi di bawah normal”.

Isu tentang kas Aceh Utara sedang kosong mencuat lantaran anggaran untuk sejumlah kegiatan belum dicairkan, termasuk gaji tenaga honorer. Informasi tersebut turut menjadi perbincangan kalangan PNS di kantin DPRK Aceh Utara, Senin, 17 Oktober 2016.

“Info, kas Aceh Utara kosong sudah hampir sebulan. Anggaran untuk beberapa kegiatan, termasuk gaji tenaga honorer di Sekretariat DPRK belum dicairkan meski sudah lama diajukan pengamprahan ke DPKKD,” ujar seorang pegawai Setwan Aceh Utara.

Dikonfirmasi lewat telpon seluler, Kepala DPKKD Aceh Utara Muhammad Nasir mengatakan, dana kas saat ini sangat menipis. “Tapeugah kosong that, hana chit. Nyena meurek-rek meunan,” katanya.

Lantaran kas sangat menipis, kata Nasir, pihaknya memprioritaskan pencairan dana untuk kegiatan yang mendesak. “Yang lebih dulu diajukan pengamprahan terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. Juga untuk keperluan yang sangat urgen, yang tidak boleh ditunda,” ujar Nasir.

Misalnya, Nasir melanjutkan, pencairan dana untuk honor (gaji) tenaga kontrak. “Dan sekarang sedang kita upayakan membayar honor teungku imum. Seharusnya dibayar awal bulan lalu jatah triwulan III,” katanya.

“Jadi, (kas Aceh Utara) tidak kosong total, tapi di bawah normal, iya, karena kita sedang kekurangan dana,” ujar Nasir lagi.[](idg)