BANDA ACEH – Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigjen TNI Moch Fachrudin menyampaikan, para mahasiswa agar bisa mencari solusi dari perang energi yang dihadapi dunia.
 
Hal itu disampaikan Kasdam saat memberi pengenalan budaya dan akademik di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry di Darussalam, Banda Aceh, Jum'at (26/8/2016).
 
Kegiatan yang dikuti 5.175 mahasiswa baru itu terdiri dari mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Usuluddin, Fakultas Tarbiyah, Fakultas Dakwah, Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Syariah, dan Fakultas Sain dan Teknologi.
 
Kasdam menyampaikan, tentang pesatnya populasi penduduk dunia yang tidak diimbangi dengan ketersediaan pangan, air bersih, dan energi akan menjadi pemicu munculnya konflik-konflik baru.
 
“Indonesia sebagai salah satu negara ekuator yang memiliki potensi vegetasi sepanjang tahun akan menjadi arena persaingan kepentingan nasional berbagai negara. Untuk itu, diperlukan langkah antisipasi agar keutuhan dan kedaulatan NKRI terjaga,” kata Kasdam IM, dalam siaran pers.
 
Menurutnya, konflik-konflik di belahan dunia terjadi akibat persaingan kepentingan antar negara untuk menguasai sumber energi sehingga terciptanya sistem perang proxy energi (proxy war). Kasdam mencontohkan, invasi Irak ke Kuwait pada 2 Agustus 1990 merupakan jalan pintas untuk memulihkan ekonomi Irak akibat turunnya harga minyak di pasaran internasional.
 
Brigjen Moch Fachrudin menambahkan, Amerika Serikat mengkhawatirkan situasi itu akan menggoyang harga minyak dunia dan mengganggu pasokan minyak ke negaranya. Dengan berbagai dalih, akhirnya Amerika melakukan invasi ke Irak dengan operasi militer yang dikenal dengan OperasI Badai Gurun (Dessert Storm).
 
Pada 2013, British Petroleum (BP) mengeluarkan sebuah laporan yang menyatakan bahwa sisa energi fosil dunia tinggal sekitar 40 tahun, sedangkan sisa energi fosil di Indonesia tinggal 16 tahun.
 
Sehingga energi dunia akan habis pada 2053 dan Indonesia pada 2029 dengan asumsi bahwa kebutuhan energi dunia tidak meningkat. Padahal, BP pada awal 2015 memperkirakan bahwa konsumsi energi dunia pada 2035 meningkat sampai 41 persen dari kebutuhan hari ini,” akhir imbuh Kasdam.
 
Sementara pada kesempatan itu, hadir kuasa Rektor Dr Muhibuthabari, Wakil Rektor lI Lutfi Auni, Warek III Prof Syamsul Rijal, para kepala biro, para dekan, Asintel Kolonel Inf Hendriyadi, Pabandya Puanter Letkol Inf Fajar Tri Yulianto.[]