SIGLI – Barang perlengkapan pada penginapan kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Aceh ke-34 di Kabupaten Pidie, kini menumpuk di gudang Dinas Syariat Islam (DSI) Pidie.
Barang berupa ratusan kasur palembang, bantal dan puluhan kipas angin yang sebelumnya dipakai di 46 rumah pemondokan para kafilah dari 23 kabupaten/kota, kini ditarik kembali sebagai aset daerah.
Reza, salah satu pemilik rumah yang dijadikan pemondokan kafilah MTQ, Kamis, 31 Oktober 2019, mengakui, ada lima kasur palembang dan 15 bantal yang disediakan untuk tempat tidur kafilah.
“Juga ada 2 kipas angin disediakan panitia setiap pemondokan. Semua barang itu sudah ditarik kembali sehari setelah MTQ ditutup,” ujar Reza yang mengaku saat diambil barang itu panitia mengatakan “barang aset hanya untuk dipinjamkan sementara”.
Kepala DSI Kabupaten Pidie, T. Sabirin, kepada portalsatu.com/, Jumat, 1 November 2019, membenarkan semua barang yang digunakan pada rumah pemondokan para kafilah dikumpulkan kembali sebagai aset.
“Barang-barang seperti kasur, bantal dan kipas angin, kita kumpulkan kembali karena harus dipertanggungjawabkan sebagai aset. Apalagi belum proses pemeriksaan,” ujar Sabirin.
Saat ini, lanjut Kadis DSI, barang-barang itu disimpan dalam gudang kantornya. Jika ada event – event pemerintah daerah dapat dipinjampakaikan dan setelah digunakan harus dikembalikan lagi.
“Saat pelaksanaan festival Seudati beberapa hari lalu, kasur dan bantal tersebut juga digunakan untuk alas tidur peserta,” imbuhnya.
Menurutnya, setiap rumah ditempatkan 5 kasur palembang, 15 bantal dan 2 kipas angin untuk keperluan kafilah MTQ. Untuk pemondokan kafilah digunakan 46 rumah, sehingga totalnya 230 kasur, 690 bantal dan 92 kipas angin. Semua barang itu sudah dikumpulkan kembali untuk pemeriksaan aset.[]
Penulis: Zamah Sari




