TAKENGON – Koordinator Syedara Apakarya Pusat, Safrizal, S.IP, meminta agar polisi mengusut tuntas dugaan kasus perdagangan manusia yang menimpa LN, 14 tahun, warga Bener Meriah, Selasa, 16 Maret 2016 lalu. 

“Ini memilukan, korban juga anak keterbelakangan mental, apalagi pelaku human trafficking itu ayah kandung korban. Kasus seperti ini yang membuat nama Aceh buruk,” kata Safrizal menanggapi pemberitaan portalsatu.com melalui selulernya, Kamis, 18 Maret 2016.

Dia meminta Pemerintah Aceh agar memberi jaminan perlindungan hidup terhadap anak di bawah umur yang tidak mendapat perhatian khusus dari keluarga. Menurutnya kasus human trafficking juga dipicu akibat melemahnya ekonomi selain faktor kurangnya ilmu agama.

“Kita minta kepada pihak kepolisian segera menangkap pelaku. Hukum mereka seberat-beratnya. Itu perbuatan sangat keji dan memalukan,” ujarnya.

Dia juga berharap Pemerintah Aceh dan para pihak untuk mencari jalan keluar agar kasus seperti ini tidak kembali terjadi di Aceh.[](bna)