BANDA ACEH – Polisi hingga kini belum mengetahui motif kasus pembunuhan Ramlah (35), guru ngaji, warga Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, yang terjadi Jumat, 5 Maret 2021 lalu.
“Karena setiap diperiksa pelaku (berinisial P) selalu memberikan keterangan yang berbeda. Sudah empat kali ikut pemeriksaan, keterangannya berubah-ubah, sehingga kita belum bisa mengambil kesimpulan,” kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto melalui Kasatreskrim AKP M. Ryan Citra saat konferensi pers di Mapolresta, Senin, 8 Maret 2021.
Menurut Ryan, berdasarkan keterangan orang tuanya, selama ini P tidak pernah mengalami gangguan jiwa. Namun, dia mengalami perubahan perilaku satu minggu sebelum kejadian pembunuhan tersebut.
“Informasi tentang perubahan perilaku yang bersangkutan juga kita peroleh dari pemilik kantin tempat dia bekerja,” tutur Ryan.
Ryan menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan psikiater untuk dilakukan pemeriksaan kondisi kejiwaan P. “Kita tunggu hasilnya seperti apa, nanti akan kita sampaikan kembali perkembangannya,” ucap dia.
Penyidik telah memeriksa empat saksi untuk mendalami kasus ini. Yakni, tetangga korban, FTY (35) dan MHH (46), kepala dusun SA (52), dan ayah dari tersangka P, AWL (60).
“Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi, pelaku dan korban ini sama sekali tidak ada permasalahan. Bahkan, mereka punya ikatan persaudaraan,” ungkap Ryan.
Diberitakan sebelumnya, Ramlah (35), ibu rumah tangga, warga Desa Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, tewas ditikam dengan pisau dapur oleh pria berinisial P (21), warga setempat, Jumat, 5 Maret 2021, sekitar pukul 10.15 WIB.[] (Zulfikri)
Baca juga: Seorang Ibu Tewas Ditikam, Ini Kata Polisi





