Senin, Juni 24, 2024

Judi Online: Antara Frustasi...

Oleh: Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Dosen Fakultas Syariah IAIN LhokseumawePemberitaan judi online akhir-akhir...

Hujan dan Angin Kencang,...

ACEH UTARA - Dua rumah di Dusun Dua Lampoh U, Keude Pantonlabu, Kecamatan...

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...

Kasus PT RS Arun, LMAN Berharap tidak Terganggu Pelayanan Masyarakat di Rumah Sakit

LHOKSEUMAWE – Pihak Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) berharap pelayanan kepada masyarakat di Rumah Sakit Arun Lhokseumawe tetap berjalan normal, meskipun terjadi kasus dugaan korupsi pada pengelolaan PT Rumah Sakit Arun tahun 2016-2022 yang sedang ditangani kejaksaan.

“Kita terus melakukan koordinasi dengan Pemko Lhokseumawe. Dengan adanya kasus ini kita harapkan tidak terganggu pelayanan masyarakat di rumah sakit,” kata Direktur Pengembangan dan Pendayagunaan LMAN, Candra Giri Artanto, kepada wartawan di sela kegiatan bertajuk “#UangKita Talk”, di Gedung ACC Universitas Malikussaleh, Uteunkot, Lhokseumawe, Selasa, 23 Mei 2023.

Candra menjelaskan Rumah Sakit Arun merupakan aset milik LMAN Kementerian Keuangan RI, yang dipinjam pakai oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe selama lima tahun sejak 10 Juli 2018 hingga 12 Juli 2023.

Awalnya, kata Candra, Rumah Sakit Arun dikelola PT Arun, anak perusahaan PT Pertamina (Persero). Setelah PT Arun tidak beroperasi lagi, Pemko Lhokseumawe mengambil alih pengelolaan RS Arun melalui kerja sama dengan LMAN dalam bentuk pinjam pakai.

“Dengan adanya kasus dugaan korupsi itu, kita terus melakukan koordinasi dengan Pemko Lhokseumawe agar tidak terganggu terhadap pelayanan kepada masyarakat dan tetap berjalan normal,” ujar Candra lagi.

Dikelola PT RSAM

Informasi dihimpun portalsatu.com menyebutkan setelah likuidasi PT Arun NGL tahun 2015, operasional Rumah Sakit Arun (RSA) dialihkan kepada Pemko Lhokseumawe pada Desember 2015 melalui keputusan Wali Kota saat itu.

Wali Kota Lhokseumawe saat itu Suaidi Yahya menunjuk Perusahaan Daerah Pembangunan Lhokseumawe (PDPL)—yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)—sebagai pengelola RSA pada Januari 2016. Wali Kota melalui surat penunjukan pada Oktober 2016 menunjuk Direktur Keuangan PDPL—saat itu dijabat Hariadi—untuk mendirikan PT Rumah Sakit Arun Lhokseumawe (RSAL).

PDPL mendirikan PT RSAL pada awal November 2016. PT RSAL secara resmi berbadan hukum dengan Keputusan Menkumham RI tanggal 4 November 2016 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perseroan Terbatas (PT) Rumah Sakit Arun Lhokseumawe.

Setelah terbentuknya LMAN, Kemenkeu dan Pemko Lhokseumawe melakukan Perjanjian Pinjam Pakai Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah dan bangunan RSA antara LMAN Kemenkeu dengan Pemko Lhokseumawe pada 17 Oktober 2018, yang berlaku lima tahun sejak 10 Juli 2018 sampai 12 Juli 2023.

Pemko Lhokseumawe kemudian mengubah bentuk hukum PDPL menjadi Perusahaan Perseroan Daerah Pembangunan Lhokseumawe atau PTPL (Perseroda) melalui Qanun Kota Lhokseumawe Nomor 10 tahun 2018, tanggal 31 Desember 2018.

Empat hari setelah tim penyidik Kejari Lhokseumawe menggeledah RSA, Pemko Lhokseumawe mengambil alih rumah sakit itu dari PT RSAL, Sabtu, 28 Januari 2023. Pemko Lhokseumawe juga mengganti Direktur RSA. Pasalnya, Pemko Lhokseumawe memutuskan kerja sama dengan PT RSAL, menindaklanjuti Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PTPL (Perseroda) Nomor 34 tahun 2022, tanggal 14 November 2022.

Selain itu, PTPL pada akhir tahun 2022 juga telah mendirikan anak usaha bernama PT Rumah Sakit Arun Medica (RSAM) untuk mengelola RS Arun. Sebab, PT Rumah Sakit Arun Lhokseumawe tidak mengakui PT RSAL sebagai anak perusahaan PDPL/PTPL. PT RSAM resmi berbadan hukum setelah disahkan Menkumham RI pada 29 Desember 2022.

Artinya, Rumah Sakit Arun tidak lagi dikelola PT Rumah Sakit Arun Lhokseumawe sejak akhir Januari 2023, tapi sudah dikelola PT Rumah Sakit Arun Medica, anak usaha PTPL, sampai saat ini.[](nsy)

Baca juga: