LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, menyatakan Pemko berkomitmen untuk membenahi tata ruang kota pada 2026 ini, termasuk penataan drainase dalam upaya penanganan banjir.

“Tahun ini akan dilakukan penataan ruang kota, terutama di ruas jalan protokol dan aturan garis badan jalan atau jarak minimal bangunan dari tepi jalan itu memang harus betul-betul dijalankan. Kita melihat banyak warung (ruko) yang memasang kanopi sebagian hingga menyentuh bagian tepi jalan, itu akan ditertibkan dalam waktu dekat,” kata Sayuti Abubakar kepada wartawan usai coffe morning bersama insan pers di kantor wali kota, Jumat, 9 Januari 2026.

Menurut Sayuti, pihaknya juga telah menyiapkan anggaran pembangunan jalur pedestrian jalan (trotoar) khususnya di jalan protokol. Selain itu, pengerukan dan penertiban di Waduk Pusong pada awal tahun ini, seperti keramba akan dibersihkan. Sebab, di sepanjang waduk itu terlihat kumuh, banyak sampah berserakan.

“Berkenaan ini saya juga sudah berkoordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup RI, bahwa ada tersedia anggaran-anggaran khusus untuk kebersihan wilayah pesisir di bawah mereka,” ujar Sayuti.

Sayuti menyebut untuk penataan atau penanganan kawasan kumuh Pusong, Kecamatan Banda Sakti, tahun ini Pemko mendapatkan dana senilai Rp30 miliar dari pemerintah pusat. “Mudah-mudahan nanti ada perubahan dari segi lingkungan di Pusong,” ucapnya.

“Untuk penataan ini kemungkinan akan bertambah senilai Rp50 miliar, karena sebelumnya ada dokumen yang dimintakan lagi bahwa ada penambahan anggaran dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP),” ungkap Sayuti.

Sayuti menyatakan Pemko memiliki keterbatasan fiskal atau kemampuan keuangan daerah. “Rata-rata itu memang anggarannya dari pemerintah pusat hasil lobi Pemko Lhokseumawe tahun 2025 terkait penataan ruang kota”.

“Begitu juga mengenai drainase yang tersumbat mengakibatkan tergenang air saat hujan deras di sejumlah titik dalam wilayah kota. Itu akan dilakukan pembersihan secara bertahap. Tapi paling penting adalah harapan kita agar masyarakat Kota Lhokseumawe untuk benar-benar menjaga lingkungannya masing-masing. Ini perlu kerja samanya,” ucap Sayuti Abubakar.[]