Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
BerandaKata Abu Tumin...

Kata Abu Tumin Saat Pengajian Akhir Tahun di Kembang Tanjong

KEMBANG TANJONG – Sistem pendidikan yang diterapkan pemerintah secara tidak langsung dinilai telah mempersempit ruang bagi anak-anak untuk belajar pendidikan agama dengan adanya belajar tambahan sore hari dan ekstrakurikuler. Saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggagas sistem “full day school”.

“Sistem pendidikan umum berusaha mempersempit anak-anak belajar agama. Pagi belajar, sorenya ada belajar tambahan, baik ekstrakulikuler dan lainnya. Sedangkan malam harinya membuat tugas atau ‘PR’,” ujar Al-Mukarram Teungku H. Muhammad Amin akrab disapa Abu Tumin Blang Blahdeh Bireuen pada pengajian ulama dan umara akhir tahun 2016 di Masjid Nurul Mukmin Kembang Tanjong, Pidie, Minggu, 4 Desember 2016.

Abu Tumin menilai ekses dari sistem belajar yang diterapkam tersebut, anak-anak sebagai generasi penerus hampir tidak ada waktu belajar agama terutama tentang akidah Islam sebagai pondasi dasar dalam Islam. Sebab, pagi sampai sore sibuk belajar dan malamnya membuat “PR”.

Selain itu, Abu Tumin juga menyoroti sikap sebagaian masyarakat dewasa ini. “Tanyoe jinoe teungoh ta nonton sebagian ureung Islam ipeukafe ureung Islam tanpa disadari. Ipeugah hana payah meurunoe sifeut 20 le karena hana lam Alquran, nyan kon sama dengon diyue bek dimerunoe le tentang aqidah iman,” kata ulama kharismatik Aceh itu.

Pengajian rutin itu merupakan inisiatif para ulama dan umara. Pengajian diisi para ulama kharismatik Aceh dan ikuti seluruh komponen masyarakat baik unsur pemerintah, dayah, cendekiawan muslim dan masyarakat umum.

Alhamdulillah, pengajian ini telah lama berjalan berkat kerja sama ulama dan pemerintah. Masyarakat sangat antusias mengikuti pengajian ini yang diisi oleh ulama kharismatik Aceh seperti Abu MUDI, Abu Tumin, Ayah Sop Jeunib dan beberapa ulama lainnya,” ujar Teungku Nasril Adly Bakongan atau Abi Nasril Bakongan, sekretaris panitia pengajian itu.[]

Baca juga: